Oleh : Kusmiati, S.Pd

Antusias kepulangan Habib Rizieq Syihab baru-baru ini sangat meggemparkan. Penyambutan Kepulangan ulama besar FPI tersebut dinilai melebihi penyambutan terhadap para pejabat negara.

Antusiasme masyarakat terhadap kepulangan HRS mengisyaratkan bahwa umat pada hakikatnya sudah merasa muak terhadap kezaliman yang terjadi dan merindukan keadilan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI) Munarman. 

“Saya kira ini bukan sekadar perasaan cinta secara personality, tapi ini adalah representasi simbol kerinduan umat akan keadilan,” tuturnya dalam acara Fokus: Kedatangan HRS, ke Mana Arah Perjuangan Umat? di kanal Youtube Fokus Khilafah Channel, Ahad (15/11/2020).

Menurutnya, inilah yang menjadi alasan umat begitu antusias menyambut HRS. “Itu yang selama ini dirasakan oleh umat bahwa mereka sedang mengalami ketidakadilan dan mereka sedang mengalami kezaliman,” ujarnya. ( mediaumat.news)

Kepulangan Habib Rizieq syihab yang merupakan ulama besar FPI dianggap ancaman oleh sebagian pihak. 

“Pihak-pihak ini khawatir kalau ada HRS di tengah-tengah umat yang saat ini merasa resah dengan ketidakadilan yang terjadi. Mereka mengkhawatirkan HRS bisa memimpin arah perjuangan umat ini untuk mendobrak kezaliman itu. Untuk menegakkan keadilan itu,” ungkapnya. (mediaumat.news)

Ulama adalah pewaris Nabi. 

Imam Muhammad Thahir bin Ali Al Fatani Rahimahullah berkata:

“Ulama adalah pewaris para nabi”. 

Antusias yang begitu luar biasa dalam penyambutan sosok ulama tersebut, karena umat sesungguhnya merindukan dan membutuhkan sosok pemimpin yang bersandar kepada syariat dan berani melawan kezaliman. 

Kezaliman yang terjadi sekarang ini memanglah sangat meresahkan tetapi kezaliman yang terjadi bukan semata-mata karena hasil buruk individu atau rezim melainkan hasil dari penerapan sistem yang rusak dan merusakan yaitu sistem Demokrasi-Kapitalisme. 

Kepulangan HRS menghasilkan sebuah seruan untuk melakukan revolusi Akhlak. 

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menjelaskan tahapan perubahan revolusi akhlak menjadi jihad fi sabilillah. Ia mengatakan, perubahan pola perjuangan bisa terjadi apabila kezaliman tidak berhenti padahal ajakan perdamaian sudah digaungkan. ( nasional.okezone.com). 

Revolusi akhlak yang digaungkan pada hakikatnya merupakan kerinduan umat terhadap pemimpin yang bisa memberikan kenyamanan maupun keadilan. 

Dan pemimpin yang adil ini hanya lahir pada sistem kepemimpinan yang bersandar kepada syariat di bawah naungan khilafah. 

Mewujudkan pemimpin yang diharapkan oleh umat yaitu pemimpin yang memberikan keadilan dan menyelamatkan dunia dan akhirat dengan revolusi pemikiran dan pergantian sistem. 

Revolusi (perubahan menyeluruh) akhlak akan menjadi hasil pemberlakuan sistem islam dalam naungan khilafah. 

Wallahu'alam.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations