Oleh: Nanik Farida Priatmaja

Virus Corona masih membahana di seluruh dunia. Banyak negara tak mampu membendungnya. Antivirus Corona hingga kini masih menjadi tanda tanya.

Sumber gambar : Kementan / CNBC Indonesia

Sumber gambar : Kementan / CNBC Indonesia

Kementerian Pertanian mengklaim kalung yang diproduksi dari Eucalyptus sp. atau kayu putih efektif mampu menangkal virus corona. Namun ternyata tak ada satupun jurnal yang menyatakan adanya hasil penelitian terkait efektivitas Eucalyptus sp mampu menangkal virus Corona. 

Klaim Kementan terkait kalung anti corona akan berpotensi menjadikan salah persepsi di masyarakat. Masyarakat akan menganggap bahwa covid-19 bukanlah virus yang berbahaya. Pasalnya cukup mudah dilenyapkan dengan kalung kayu putih. Padahal hal itu belum tentu benar karena masih belum teruji secara klinis.

Pemerintah sebagai institusi yang layak dijadikan rujukan tak seharusnya memberikan informasi yang tak akurat. Hal ini akan menjadikan rakyat semakin bingung dengan beragam informasi yang simpang siur. Apalagi permasalahan di berbagai bidang dampak pandemi masih belum tersolusi.

Anehnya pemerintah melalui Kementan justru akan memproduksi kalung kayu putih penangkal virus Corona dengan menggandeng perusahaan swasta dengan anggaran yang fantastis. Padahal anggaran penanganan Covid-19 masih amburadul. Tak seharusnya pemerintah begitu saja menyetujui anggaran produksi kalung dari Kementan. Hal ini sangat rentan dijadikan bahan komersialisasi pihak swasta di masa pandemi.

Negara seharusnya berperan sebagai pengayom rakyat, melindungi dan melayani rakyat secara totalitas. Hal ini hanya ada dalam negara yang menerapkan sistem Islam atau khilafah. Islam memahami bahwa kesehatan termasuk kebutuhan pokok yang harus dijamin oleh negara. Sehingga negara wajib menyediakan layanan dan fasilitas kesehatan termasuk vaksin, rumah sakit, alat kesehatan, obat-obatan, laboratorium dan sebagainya yang berkualitas, mudah dijangkau dan gratis. 

Kemajuan teknologi termasuk penelitian tentang virus ataupun mikrobiologi akan terus dilakukan negara khilafah meski tidak dalam masa pandemi. Hal ini dilakukan agar kesehatan manusia terjamin dan kemajuan sain teknologi terus berkembang. Sehingga negara khilafah mampu menjadi negara yang kuat karena memiliki rakyat yang sehat dan terdepan di bidang sain dan teknologi.

Negara khilafah mampu memberikan layanan, fasilitas dan laboratorium kesehatan yang berkualitas karena memiliki sumber pendapatan yang jelas dari berbagai pos di Baitul mal serta memiliki tata kelola yang tepat dan dikelola oleh manusia-manusia yang amanah yang hanya takut kepada Allah SWT.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations