Oleh: Rina Ummu Raina

Penistaan terhadap agama (Islam) semakin marak di Tanah Air.T erutama d media sosial. Namun demikian , penindakan tersebut masih belum di pandang sepadan. pasalnya akun-akun di media sosial yang sering menistakan ajaran agama Islam belum di tindak secara hukum.

Allah Tak perlu'Dibela?

Menanggapi persoalan penistaan agama dan kasus cuitan di atas, ada sebagian Muslim yang berpendapat bahwa Allah memang tak perlu d bela.

Menurut mereka,sikap ngotot dan marah dalam setiap kasus penistaan agama dengan dalih membela Allah sama artinya dengan menganggap Allah itu lemah sehingga perlu pembelaan. Padahal, kata mereka, Allah itu Maha perkasa dan Mahakuat. Allah tak perlu pembelaan dari manusia yang lemah. Membela Allah sama artinya menganggap Allah lemah. Begitu opini mereka.

Sikap seperti ini jelas salah besar. Kaum Muslim  harus bisa membedakan ranah akidah dengan ranah amal. Setiap Muslim wajib mengimani bahwa Allah Mahakuat (Al-Qawiy), Mahaperkasa (Al-Aziz) juga Mahakokoh (Al-Matin). Tidak ada yang bisa mengalahkan kekuasaan Allah SWT sebagaimana firman-Nya :

Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi Aku makan.Sungguh Alloh, Dialah pemberi rezeki, pemilik Kekuatan Yang Maha kokoh (TQS adz-Dzariyat[51]:57-58).

Namun demikian ,dalam ranah amal, Allah SWT memerintahkan kaum Muslim untuk membela agama-Nya.Allah SWT  berfirman:

Sungguh Allah akan menolong orang yang membela (agama)-Nya. Sungguh Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa (TQS al Hajj [22]: 40).

Rasullullah saw. juga pernah berpesan kepada Abdullah bin Abbas ra. agar menjaga agama Allah:

Jagalah (agama) Allah, niscaya Dia menjaga kamu (HR at Tirmidzi).

Jadi, dipahami oleh umat bahwa membela Allah yang d maksud nas-nas di atas adalah membela kemuliaan agama-Nya dan syiar-syiar-Nya.Termasuk membela kemuliaan sifat-sifat Allah dari segala tindakan penistaan.

Dampak Moderasi Beragama

Makin banyaknya orang-orang yang menistakan agama (Islam) bukan tanpa sebab.pelaku seolah kebal hukum.Menurut pengacara muslim,Aziz Yanuar ,sejak 2014-2022 dari 71 kasus yang di laporkan dengan tersangka dari kelompok aposisi seperti HRS dan Habib Bahar Smith, semua tersangka di penjara.

Sebaliknya, dari 15 kasus penistaan agama yang di lakukan buzzer yang dilaporkan,hanya sedikit bahkan bahkan bisa di hitung yang berakhir di penjara.Tindakan ini berpotensi menimbulkan kecurigaan bahwa telah terjadi prinsip tebang pilih bahkan kezaliman terhadap kaum Muslim.

Kedua,hal ini tak lepas dari semangat moderasi beragama kaum Muslim diajarkan untuk tidak bersikap fanatik dan radikal pada agamanya, seperti tidak berlebihan dalam membela agam.pemerintah dan sejumlah tokoh yang menjalankan prinsip moderasi beragama selalu meminta kaum Muslim tidak terpancing emosi, tidak mudah marah,dsb. Faktanya, jika kepala negara,tokoh ormas, atau ormas disinggung apalagi dihina, tak berlaku prinsip toleran dan memanfaatkan. Semua pelakunya dilaporkan, ditangkap dan dibunuh karakter nya .

Munculkanlah ghirah Anda untuk membela agama Allah. Pembelaan Anda terhadap agama Allah yang hakiki adalah dengan menerapkan hukum-hukum-Nya, menjalankan al-Quran dan as-Sunnah, menjadikan keduanya sebagai aturan dalam kehidupan.

WalLahu a'alam.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations