Oleh : Sri Rahmatia

Dikutip dari dunia.tempo.co, seorang Guru di Batley Grammar School, di West Yorkshire, Inggris, diduga menampilkan karikatur Nabi Muhammad di kelasnya.

Ia memakai kartun yang dipublikasikan majalah Charlie Hebdo. Hal ini membuat marah warga muslim di sana. Puluhan warga yang emosional berunjuk rasa pada kamis dan jum'at (25-26 Maret) kemarin di depan sekolah. Mereka mendesak Guru yang menunjukkan kartu Nabi Muhammad itu dipecat.

Dewan Muslim Inggris, organisasi Islam terbesar di Inggris mengatakan bahwa Batley Grammar School berhak untuk mengakui bahwa penggunaan materi semacam itu, yang sangat universal dipahami sangat menyinggung muslim, tidak pantas. Protes ini direspon oleh sekolah dengan menangguhkan guru tersebut. Pihak sekolah dan guru tersebut meminta maaf atas insiden ini.

Penghinaan terhadap Nabi melalui kartun ini telah berulang kali terjadi. Bahkan dijadikan materi ajar di sekolah. Protes serta kecaman dari kaum muslim tidak ada pengaruhnya sama sekali. Pelaku seolah kebal terhadap protes itu dan menganggap hanya angin lalu. Ini disebabkan karena telah melekat islamophobia pada diri mereka. Ini juga menjadi bukti bahwa dalam sistem Kapitalisme saat ini menghasilkan masyarakat yang sekuler. Yaitu masyarakat yang menjauhkan peran agama dari kehidupan. Lewat masyarakat sekuler ini, akan menumbuh suburkan islamophobia. Hal ini dapat disebabkan oleh ketidaktahuan mereka, informasi-informasi hoax yang memojokkan islam, atau bisa juga karena mereka sendiri yang menolak untuk tahu. Penghinaan Nabi yang berulang ini dilakukan karena mereka tahu, bahwa umat Islam saat ini sedang dalam masa terpuruk akibat tidak adanya Khilafah. Kalaupun ada gertakan dari negara yang mayoritas Islam, itu hanyalah angin lalu yang tidak ada efek jera sama sekali. Terbukti dengan terjadi lagi penghinaan terhadap Nabi.

Melalui penghinaan-penghinaan seperti ini, dapat menyebabkan munculnya tindak kekerasan yang akan dilakukan oleh kaum muslim. Ini merupakan agenda dalam kapitalisme. Dengan adanya kekerasan yang dilakukan kaum muslim nantinya, maka akan semakin menguatkan asumsi publik bahwa seperti itulah Islam. Sehingga semakin tumbuh suburlah Islamophobia. Hadirnya Islamophobia ini sudah menjadi rahasia umum. Ini merupakan buah busuk dari sistem kapitalisme dan sebagai bukti bahwa sistem ini sangat menentang Islam. Sistem ini akan berusaha agar Islam di pandang buruk dan nista. Mereka akan menyusupkan Islamophobia kepada siapa pun termasuk kepada kaum muslim itu sendiri. Karena mereka tahu, bahwa kebangkitan umat Islam akan menjadi ancaman bagi mereka, sebagaimana yang terjadi dalam masa kejayaan Khilafah Islamiyah selama lebih dari 13 abad.

Khilafah akan mengeliminasi Islamophobia, termasuk penghinaan pada Nabi Muhammad SAW. Sebagai bukti mampu dan kuasanya Khilafah dalam mengatasi penghinaan Nabi ini yaitu pada masa kekhilafahan Utsmaniyah, lebih tepatnya pada masa Sultan Abdul Hamid II. Sultan telah mengancam kepada Perancis dan Inggris karena ingin mementaskan teater yang didalamnya terdapat penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Sudah pasti ancamannya bukanlah ancaman seperti pemimpin sekarang. Ancaman dari Sultan Abdul Hamid II merupakan ancaman yang kuat. Perancis dan Inggris menyadari bahwa ancaman ini akan berdampak buruk bagi mereka. Seluruh kaum muslim akan berjihad untuk melawan mereka. Akhirnya pementasan di batalkan. 

Inilah bukti bahwa dalam Khilafah, penghinaan terhadap Rasulullah akan benar-benar dihentikan. Tidak akan ada yang berani mengulangi hal yang sama. Karena dengan adanya Khilafah, umat Islam akan kuat. Umat akan bergerak dan berjihad di bawah naungan daulah. Tidak seperti sekarang, umat hanya bisa menggertak dan protes tanpa ada hasil yang berarti.

Wallahu A'lam

YOUR REACTION?

Facebook Conversations