Oleh: Aminah Darminah, S.Pd.I.
Muslimah Peduli Generasi

Perayaan Idul adha tahun 2020 berbeda dari tahun sebelumnya. Kaum muslimin di berbagai belahan dunia sedang dilanda musibah wabah, sampai saat ini jumlah penderita wabah corona terus melonjak.

Di tengan ujian ini, kaum muslimin tetap antusias melaksanaan ibadal haji dan berqurban. Gema takbir, tahmid, dan tahlil menggemadi seluruh dunia.

Hari raya Idul adha jatuh pada tanggal 31 juli 2020, pemerintah telah mengeluarkan aturan terkait pelaksanaan solat Idul adha ditengah pandemi virus corona. melalui surat edaran no 18 tahun 2020 tentang penyelenggaraan sholat Idul adha 2020 dan penyembelihan hewan kurban kementrian agama menghimbau ibadah di hari kurban harus menerapkan protokol kesehatan untuk meminimalisir risiko penelaran virus corona (Tribunnewsmaker.com,25/7/2020).

Krisis sedang menimpa bangsa ini, kaum nuslimin tetap antusias melaksanakan ibadah kurban. Kendati pun jumlah hewan kurban berkurang dari tahun sebelumnya. Pedagang hewan kurban mengeluhkan penjualan hewan kurban, di Sidoarjo Muhammad Sanusi mengaku penjualan menurun "Kira-kira ya 30 sampai 40 persen, tahun lalu habis 80-100 ekor ujar Muhammad Sanusi pedagang hewan kurban (Liputan6.com, 29/7/2020).

Tahun ini pelaksanaan ibadah haji tetap diselenggarakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, jumlah jamaah dibatasi hanya 10.000. dan dihari yang sama sampai hari ke 13 di bulan zulhijjah ribuan kaum muslimin menyemblih hewan kurban.

Semua prosesi Idul adha mengingatkan kita kepada pengorbanan Nabi Ibrahin AS dalam mentaati perintah Allah SWT untuk menyembelih anaknya Ismail AS.

Bagi seorang ayah mengorbankan anak sendiri sesuatu yang sulit dilakukan. Tetapi, bagi Nabi Ibrahim mengorbankan Ismail dalam tetap dilakukan dalam rangka mengedepankan kecintaan tertinggi yaitu cinta kepada Allah SWT, mampu menyingkirkan kecintaan kepada anak, harta dan dunia.

Kisah Ibrahim dan Ismail harusnya menjadi taulan dan bagi kaum muslimin. Bukan hanya keteladanan dalam ibadah haji dan kurban namun, keteladanan dalam ketaatan dan pengorbanan demi terwujudnya ketaatan terhadap seluruh hukum Allah.

Saat ini banyak hukum Allah yang diabaikan khusus yang berkaitan dengan pengaturan kehidupan masyarakat seperti bidang pemerintahan, pendidikan, pergaulan, hukum dan politik. Wajar kahidupan di negeri ini semakin hari semakin terpuruk di seluruh lini kehidupan. Kehidupan masyarakat diliputi kemiskinan, pendidikan yang gagal menghantarkan generasi yang bertaqwa sekaligus menguasai iptek, kekayaan alam semakin hari dikeruk oleh asing, hukum tebang pilih, politik oligarkhi dan dinasti semakin berkembang.

Selama negeri ini masih mengadopsi sistem demokerasi sekuler maka selama itu pula penyimpangan terhadap aturan Allah SWT akan terus terjadi. Kaum muslimin berpaling dari alquran, menyalahi perintah Allah dan mengambil petunjuk selain alquran. Allah SWT menegaskan dalan TQS Thaha 124: "Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit kami akan mengumpulkan dia pada Hari Kiamat nanti dalam keadaan buta..."

Ada beberapa renungan yang harus kita teladani dari peristiwa idul adha:

Pertama, Kisah hidup Ibrahim dan Ismail dan seluruh prosesi haji memberikan pelajaran tentang cinta dan ketaatan dan pengorbanan tertinggi. yakni ketaatan totalitas terhadap Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupan. menjadikan standar halal dan haram untuk menilai sesuatu, menjadikan peinsip-prinsip tauhid sebagai standar menjalani hidup.

Kedua, Salah satu buah tauhid adalah ukhuwah dan persaudaraan sesama kaum muslimin. Hal ini tampak dari pelaksanaan ibadah haji. Berkumpul seluruh kaum muslimin dari seluruh belahan dunia dengan latar belakang yang berbeda-beda. Hadir atas dorongan yang sama, manasik haji yang sama. Seharusnya persaudaraan itu langgeng pasca ibadah haji.

Penderitaan kaum muslimin di Palestina, Suriah, Rohingya, Uigur seharusnya penderitaan seluruh kaum muslimin. Kaum muslimin mampu disatukan dalam satu payung yaitu Laillahaillah.

ketiga, penerapan Islam kaffah di negeri ini membutuhkan pengorbanan dan perjuangan. Memang sulit tetapi, pengorbanan dan perjuangan akan menemukan hasilnya sesuai janji Allah SWT.

Semoga perjuangan dan pengorbanan kaum muslimi di negeri ini untuk kembali kepada aturan alquran dan alhadist segera mendapatkan hasilnya, sehingga pemikiran-pemikiran kufur yang terus bercokol segera dicabut dari akar-akarnya. Tidak bisa tidak kaum muslimin harus terus menerus berjuang demi tegaknya sistem kehidupan warisan Rosulullah dan para sahabatnya.

Wallahualam

YOUR REACTION?

Facebook Conversations