Oleh : Umu solehah
Mahasiswi

Rangga.
Seorang Anak berusia 9 tahun warga Gampong Alue Gadeng, Aceh Timur, yang kisahnya ramai di twitter. Bagaimana tidak ?

Rangga tidak hanya selalu mendapatkan ranking atas dikelas dan rajin membaca Qur’an, ternyata Rangga juga adalah seorang anak yang pemberani. Pada Jumat malam ( 9 Oktober 2020) Rangga harus menerima kisah tragis, Ia harus terbangun ditengah malam untuk menyelamatkan ibunya yang hendak diperkosa oleh orang lain. Rangga pun meminta pertolongan warga dengan berteriak dan mencoba menyerang pelaku untuk melindungi sang Ibu. 

Rangga tak kuasa melawan tubuh sang pelaku yang  berusia 48 tahun dan membawa senjata tajam yang tubuhnya jelas lebih besar dibandingkan Rangga.

Pada saat Rangga mencoba menyerang pelaku, alhasil Rangga mendapatkan beberapa bacokan yang dilakukan oleh pelaku sehingga mengakibatkan Rangga banyak mengeluarkan darah. 

Tak lama berselang Rangga wafat seketika. Dan setelah pelaku memperkosan ibu Rangga, jenazah rangga dibawa kesungai dan di hanyutkan. keesokan harinya jasad Rangga ditemukan oleh warga yang mencari. 

Pada Kamis (15/10) tagar dengan nama #Rangga di twitter menjadi trending, hampir 32rb tweet mampir ke tagar tersebut. Warganet sangat berduka dengan kisah Rangga yang harus wafat dibacok karena mencoba menyelamatkan kehormatan ibunya dan warganet mengutuk aksi brutal penjahat pemerkosa Ibu Rangga dan pembunuh Rangga.

Kisah Rangga sangatlah berharga, kisahnya mengajarkan kepada kita tentang arti menjaga kehormatan seorang ibu bagi anak laki-laki. Nabi bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai syahadah, karena membela kehormatan sang Ibu. 

Dalam kasus ini Negara seharusnya menghukum pelaku dengan hukuman yang sangat berat karena telah memperkosa dan membunuh. Inilah tugas Negara, menjaga darah dan kehormatan setiap warga negaranya. Jika tidak, kelak Rangga dan orangtuanya akan menuntut di Mahkamah Allah atas kejadian yang menimpa ibu dan Rangga. 

Banyaknya kasus kekerasan seksual, pemerkosaan, pencurian, pelecehan, dan masih banyak lagi kasus yang belum bisa teratasi di negeri ini. Hampir setiap hari di media sosial kita dihidangkan  berita yang memilukan, hal ini tentu tidak lepas dari efek liberalisme, sekulerisme, kaplitalisme yang berlaku di negeri ini. 

Tiadanya hukum yang membuat jera para pelaku kejahatan juga berpengaruh terhadap semakin maraknya kasus kejahatan yang menimbulkan kesengsaraan.

Sejatinya hanya hukum islam yang dapat membuat para pelaku kejahatan jera dan mencegah masyarakat untuk melakukan hal serupa sehingga tindakan kejahatan akan terputus tidak berakar.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations