Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Siti Nadia Tarmizi mengingatkan masyarakat untuk waspada demam berdarah (DBD).
Foto: pospapua.com

Apabila terdapat gejala khas yang tidak ditemukan saat demam biasa khususnya pada anak. Nadia menyebutkan beberapa gejala khas demam berdarah yaitu terdapat bintik-bintik merah di kulit, atau terjadi mimisan satu kali, atau gusi yang tiba-tiba berdarah.

"Utama sekali ada bintik-bintik merah, atau mimisan satu kali, atau gusinya tiba-tiba berdarah. Bisa saja satu kali mimisan lalu ngga pernah mimisan lagi, itu biasanya tanda-tanda kita terkena demam berdarah," kata Nadia, Kamis, (16/01/2020) kemarin, seperti dilansir dari Antara. 

Gejala khas tersebut biasanya muncul pada hari ketiga atau hari keempat. Ciri lainnya adalah demam yang tak kunjung turun selama tiga hari berturut-turut, dan suhu tubuh yang cenderung tidak turun meski sudah minum obat penurun demam. 

Pastikan tidak ada sarang-sarang nyamuk di rumah kita. Jika anak mengalami demam biasa, suhu tubuhnya langsung turun begitu meminum obat penurun panas. Pemeriksaan darah untuk memastikan terjadi demam berdarah atau tidak juga paling sensitif pada hari ketiga. Jika anak mengalami gejala di atas, segeralah bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

BACA JUGA:

Nyamuk tersebut menghisap darah manusia yang sudah tertular virus dan menularkan kepada orang lain dengan gigitan nyamuk. Dia menerangkan virus dengue hanya bisa ditularkan kepada manusia melalui perantara nyamuk aedes aegypti. Nyamuk tersebut menghisap darah manusia yang sudah tertular virus dengue dan menularkan kepada orang lain dengan gigitan nyamuk.

Nadia juga menekankan pentingnya melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mencegah tertular penyakit yang diakibatkan oleh virus dengue tersebut. "Kita sebagai warga, sebagai anggota keluarga harus menjaga supaya kita tidak tergigit nyamuk. Populasi nyamuk di rumah kita juga harus seminimal mungkin, dan tentunya pastikan tidak ada sarang-sarang nyamuk di rumah kita," ucap dia.

Sebelumnya banyak diberitakan kasus demam berdarah yang bermunculan di beberapa daerah di Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat setidaknya terdapat sebanyak 84 kasus DBD terjadi sejak awal tahun 2020 di enam provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat. 

YOUR REACTION?

Facebook Conversations