Oleh: Erna Ummu Azizah

Setelah punya pantai bikini, Pure Beach, pantai yang memperbolehkan perempuan berbikini dan gandengan bersama pasangan, dan punya kafe khusus untuk hewan anjing bernama 'The Barking Lot', kini warga Arab juga diperbolehkan merayakan perayaan Halloween. (Kompas, 3/11/2021).

Arab Saudi, negeri yang dikenal sebagai tempat tanah suci, dimana umat muslim menunaikan ibadah haji. Namun siapa sangka, berbagai hal yang sebelumnya terasa mustahil ada disana, kini justru marak menghebohkan dunia. Setelah sebelumnya membuka bioskop, klub malam, bahkan kafe khusus untuk anjing. Kini di Kota Jeddah hadir Pure Beach, pantai yang membebaskan para turis perempuan memakai bikini. Inikah buah moderasi?

Bukan hanya kebebasan memakai bikini, bahkan campur baur perempuan dan laki-laki. Juga kebolehan berpelukan, berpesta, dan berdansa dengan dentuman musik yang mengiringi. Tentu ini telah menjadi pemandangan tak biasa di kerajaan penampung situs tersuci umat Islam ini. Hingga para turis mancanegara pun menyebutnya sebagai lambang kesenangan hakiki. Na'udzubillah..

Inilah hasil gebrakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) untuk mencitrakan negaranya menjadi bebas, tak seperti dulu. Bagian dari perubahan yang sedang berlangsung di kerajaan Islam tersebut, yang berusaha untuk mengurangi beberapa struktur sosial dalam dorongan modernisasi. (Sindonews, 24/10/2021)

Bukan hanya Jeddah, bahkan Riyadh sebagai ibu kota Arab Saudi pun telah sukses menyelenggarakan Riyadh Season 2021 yang dibuka dengan parade dan konser rapper Amerika ‘Pitbull’ juga sederet hiburan ala Barat. Acara berkonsep internasional ini dihadiri lebih dari 750.000 orang. Tak ketinggalan jutaan pemirsa pun menyaksikan melalui saluran TV dan situs daring. (Sindonews, 21/10/2021)

Kota Jeddah dan Riyadh memang dipersiapkan untuk menggenjot perekonomian Arab Saudi, terutama di sektor pariwisata. Dan menurut MBS, kunci suksesnya adalah dengan kembali kepada Islam moderat alias Islam ala 'kebarat-baratan'. Yang identik dengan kebebasan yang kebablasan. Sehingga mudah diterima dunia internasional. Maka, tak aneh jika Arab Saudi kini berani mengambil langkah moderasi agama, sekalipun faktanya bertentangan dengan agama.

Sungguh, moderasi kini telah merasuk ke negeri-negeri kaum muslim, tak terkecuali Arab Saudi. Hal ini menunjukkan suksesnya Barat dalam mencekoki kaum muslim ide sekulerisasi. Hingga akhirnya ajaran Islam dijauhkan dari kehidupan, bahkan bersedia mengadopsi aturan Barat dengan senang hati.

Makna kebahagiaan pun yang sejatinya adalah meraih keridhoan Ilahi, telah dirusak oleh ambisi materi. Hingga tak peduli halal haram, Syariat pun diabaikan, yang penting nafsu duniawi terpuaskan. Kaum muslim yang terkenal dengan akhlaknya yang mulia, kini tak ubahnya seperti kaum Barat yang hidup bebas tanpa batas.

Jurang kehancuran generasi Islam begitu nampak di hadapan. Tentu tak bisa kita biarkan. Sudah saatnya umat muslim bangkit dengan kembali menjadikan Islam sebagai mabda (ideologi). Karena sungguh Allah SWT telah menjadikan Islam sebagai agama sekaligus tuntunan yang akan menjadikan manusia hidup sesuai fitrahnya. Dan, kelak itulah yang akan membawa manusia selamat di dunia dan akhirat. 

Wallahu a'lam.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations