Oleh: Watinah
Amk 1

Dunia maya kembali dihebohkan oleh vidio adu argumen antara orang tua murid dengan pihak Sekolah tentang penggunaan kerudung bagi murid non muslim.

Video itu mendapat banyak kecaman dari para netizen. Mereka menganggap pihak sekolah telah memaksakan murid non muslim untuk menggunakan kerudung. Menurut mereka, itu melanggar HAM bagi siswi non muslim. Dan usut punya usut, itu merupakan orang tua dari Jeni, satu- satunya murid non muslim yang menolak menggunakan kerudung.

Padang - Kepala SMK Negeri 2 Padang  Rusmadi, mengungkap ada 46 siswi non muslim yang berada di Sekolah tersebut. Rusmadi menyebut seluruh siswi non muslim di SMK tersebut mengenakan jilbab dalam aktifitas sehari - hari, kecuali Jeni Cahyani Hifa.

Menurut Rusmadi saat pertemuan dengan wartwan, belakang terungkap Jeni Cahyani merupakan salah satu murid non muslim di Sekolah tersebut yang menolak mengenakan hijab.

Rusmadi menegaskan pihak sekolah tak pernah melakukan paksaan apapun terkait dengan pakaian seragam bagi non muslim. Siswi non muslim di SMK tersebut memakai hijab atas keinginan sendiri. Para siswi non muslim merasa nyaman ketika ke Sekolah mereka memakai kerudung. Karena semua murid memakai pakaian yang sama.

Bahkan dalam kegiatan- kegiatan ke agamaan islam, anak- anak non muslim juga ikut datang, walaupun sudah diberi dispensasi untuk tidak datang. Artinya anak- anak selama ini merasa nyaman, jadi tidak ada perbedaan dan gejolak selama ini,". Ungkap Rusmadi ".

Beredarnya vidio tersebut telah banyak menyita perhatian dari masyarakat. Menurut mereka yang menjunjung HAM itu merupakan bentuk pemaksaan dan perampasan HAM bagi murid - murid non muslim. Rasanya itu tidak adil bagi murid islam yang dipaksa melepas kerudungnya. Kemana HAM? Semua seolah bungkam dan tidak ada sedikit pembelaan.

Seperti yang terjadi di Denpasar Bali ada 40 sekolah yang melarang siswi muslim memakai jilbab.  Berdasarkan pendataan Pengurus wilayah PII Bali, pelarangan memakai jilbab terjadi bukan hanya di Denpasar saja, tetapi terjadi hampir di seluruh wilayah Bali.

Seolah - oleh HAM tidak berlaku bagi siswi muslim untuk tetap menggunakan jilbab meski begitu susah. Ada sekolah yang terang - terangan yaitu dengan mencantumkan larangan berjilbab secara tertulis. Ada juga sekolah yang membiarkan tindak pembully an rerhadap siswi muslim berjilbab , sehingga akhirnya banyak siswi muslim yang melepaskan jilbab.

JILBAB DALAM  ISLAM

Jilbab adalah baju lorong yang wajib digunakan oleh wanita muslim yang sudah balig, bagi wanita muslim wajib menggunakan jilbab saat keluar rumah, ditambahkan juga kerudung atau khimar, untuk dijulurkan dari kepala sampai dada. Karena dalam agama Islam seluruh tubuh wanita adalah aurat, kecuali telapak tangan dan muka. Memakai jilbab bagi seorang muslim adalah bentuk ketaatan kepada sang Pencipta. Barang siapa yang melanggarnya maka akan mendapatka dosa.

Kewajiban memakai jilbab dan kerudung bagi wanita muslim terdapat dalam Alquran surat AlAhzab ayat 59 dan surat An Nur ayat 31

" wahai Nabi, katakanlah kepada istri- istrimu, anak - anak perempuanmu, dan istri- istri orang mukmin . Hendaklah mereka mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah maha pengampun , maha penyayang. ( Qs. Al Ahzab ayat 59).

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya , dan memelihara kemaluannya dan janganlah menampakkan perhiasannya ( auratnya), kecuali yang ( biasa) terlihat.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. (QS, An Nur ayat 31).

Walluhua'lam bishowab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations