Oleh: Lisa Aisyah Ashar
Mahasiswa USN Kolaka

Dikutip dari Kendari Pos, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir punya perhatian besar terhadap milenial. Sebagai generasi pelanjut, kaum milenial harus dipersiapkan.

Tidak hanya dibekali pengetahuan, namun mental dan karakter harus digembleng. Dengan begitu, mereka bisa menyusun rencana masa depannya. Salah satunya melalui Generasi Berencana (GenRe).

“Di GenRe, para remaja diarahkan menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan. Mereka juga akan dibekali cara menyusun masa depan mulai pendidikan karier, pekerjaan dan menikah sehingga terhindari dari pernikahan dini, seks pra nikah serta narkotika, psikotropika dan zat-zat adiktif (NAPZA),” kata Sulkarnain saat mengukuhkan forum Generasi Berencana (GenRe) Kota Kendari periode 2020-2022 di Hotel Claro Kendari kemarin.

Saat ini, remaja di Kota Kendari dihadapkan pada maraknya narkoba dapat memicu terjadinya hubungan seks pada remaja menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, penyebaran infeksi menular seksual dan HIV/AIDS. Dari 43.453 jumlah remaja, 357 diantaranya (0,82 persen) melakukan pernikahan diusia dini. Bukan hanya itu, data penyalagunaan narkoba per Oktober 2020 sebanyak 18 diantaranya sebanyaknya (27 persen) adalah usia remaja (14-24 tahun).

Ia berharap GenRe menjadi wadah yang dapat membantu pemerintah dalam upaya pembentukan karakter bangsa di kalangan anak muda khususnya remaja di Kota Kendari menjadi generasi yang berkualitas yang selalu memberikan edukasi mengenai Triad KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja) dan tiga resiko yang akan dihadapi oleh remaja di Kota Kendari yaitu pernikahan Usia Dini, Sex Pranikah dan Napza.

Pendidikan Sekular, Gambaran Generasi Suram

Arus liberalisasi yang berimbas kepada generasi milineal bukan saja tantangan yang harus dipahami oleh individu, tetapi melibatkan peran orang tua, pendidikan sekolah, masyarakat hingga dalam lingkup negara. Selain itu, tidak cukup hanya dengan pembentukan karakter secara individu dapat memberikan perubahan pada tingkah laku mereka. Telah banyak wadah yang membina generasi milineal agar mengurangi tingkat permasalahan, namun masih saja jumlah permasalahan generasi milineal meningkat setiap tahunnya yang tak lepas dari permasalahan sama yaitu, seks bebas, narkoba dan masih banyak lagi.

Secara gamblang pembentukan karakter pada pendidikan sekolah saat ini adalah akar sekularisme yang terus membawa imbas atas penerapannya. Pendidikan berbasis sekular tidak pernah memberikan solusi atas persoalan yang terjadi justru hanya menghadirkan generasi individualis, dekadensi moral, dan materialistis. Tak heran gambaran generasi suram melahirkan generasi yang mudah terbawa arus buruk liberal menghantarkannya pada kemaksiatan tanpa pikir panjang dampak yang terjadi ke depannya. Hadirnya pendidikan basis sekular di tengah masyarakat hanya solusi tambal sulam untuk menutupi arus liberal yang merusak sendi-sendi kehidupan.

Bagaimanapun upaya membekali generasi dengan pengetahuan, membentuk mental dan karakter, jika landasan pendidikan yang digunakan adalah sekularisme hanya akan mengulang peristiwa yang sama di kemudian hari. Dari permasalahan yang telah terjadi hendaknya membuka kesadaran bahwa pendidikan basis sekular adalah akar masalah bagi negeri ini.

Pendidikan Islam, Pendidikan Terbaik

Generasi milineal tak boleh dibiarkan terpapar liberalisme dan sekularisme yang akan merusak akidah dan akhlaknya. Ide liberalisme dan sekularisme yang dihembuskan Barat pada hakikatnya bersifat bathil tak bisa berjalan beriringan dengan Islam, dimana antara haq dan bathil hanya akan berbenturan. Jika hal tersebut terus terjadi, kita menemukan banyaknya generasi yang tidak memiliki pendirian terhadap dirinya sendiri mengaku berkeyakinan Islam, namun tidak mau diatur dengan syariat Islam.

Tanggungjawab mengurus rusaknya tatanan generasi saat ini adalah suatu kewajiban. Orangtua merupakan pondasi utama yang diberi amanah menyiapkan generasi rabbani dan melindungi mereka dari arus liberal. Orang tua memiliki amanah menjaga keluarganya dari ancaman azab neraka, sebagaimana firman-Nya,

“Wahai orang-orang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q.S At-TahrimAyat 6).

Keterlibatan pendidikan sekolah berpengaruh menunjang keberhasilan dalam mendidik. Menyadari penyebaran paham liberal yang disalurkan melalui tontonan film, fashion, dan bacaan tumbuh subur mengrogoti pemikiran, maka memberikan pendidikan keimanan dengan menanamkan akidah sebagai perkara yang urgen haruslah disampaikan kepada generasi sejak dini, sehingga pembentukan pola pikir dan pola sikap yang Islami dapat menciptakan pendidikan terbaik yang lepas dari pengaruh buruk yang merusak akidah. Benteng utama agar pendidikan jauh dari liberalisme dan sekularisme yaitu, hadirnnya Negara Khilafah yang menerapakn Islam secara kaffah dan melindungi akidah seorang muslim sebagai hamba yang bertakwa, sehingga arus pemahaman sesat liberal tak leluasa meracuni generasi.

Wallahu’alam.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations