Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2019-2024, Edhy Prabowo mengatakan akan menghibahkan kapal hasil sitaan menteri sebelumnhya, Susi Pudjiastuti pada nelayan. Kebijakan itu disampaikannya saat kunjungan kerjanya ke Kota Batam, pada Rabu, (13/11/2019) kemarin.
Foto: merdeka

Di Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kota Batam Edhy Prabowo menemukan setidaknya terdapat 39 kapal ilegal fishing di antara 29 kapal sudah inkrah. "Kapal itu masih bisa kita bagikan kepada nelayan, gratis," kata Edhy.

Kapal akan diserahkan kepada nelayan disetiap daerah di Provinsi Kepri melalui kepala daerah masing-masing. "Nanti diberikan kepada Pemda, tetapi rekondisi kapal masing-masing Pemda yang bertangung jawab," ujar dia.

Sebelum memberikan kapal kepada nelayan, menurut Edhy, dia akan mempelajari terlebih dahulu izin kelautanya. "Nanti dari Kejaksaan seperti apa, itu yang akan kami lihat," ujarnya. Menurut Edhy, kapal hasil tangkapan di PSDKP yang masih bagus dan bisa digunakan 29 kapal. "Kapal tersebut hanya menghabisi space dan tenaga untuk pengawasan, saja itu," katanya.

BACA JUGA:

Tidak hanya untuk Kepulauan Riau, Edhy juga mengatakan kapal juga bisa dibagikan di daerah lainnya. Pernyataan Edhy Prabowo menjawab permintaan Bupati Lingga Alias Wello yang meminta kapal hasil tangkapan itu diserahkan kepada nelayan. "Kepada Pak mentri, kalau bisa kapal hasil tangkapan PSDKP bisa diserahkan kepada nelayan," katanya.

Sedangkan kunjungan Edhy ke Batam merupakan yang pertama sejak 20 hari menjadi menteri. Selain berkunjung ke tempat budidaya ikan, Edhy Prabowo juga melihat perusahaan distributor ikan terbesar di Batam.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations