Oleh: Elis Sulistiyani
Komunitas Muslimah Perindu Syurga

Pendidikan jarak jauh (PJJ) akan berakhir pada Januari 2021 mendatang. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim telah mengizinkan Kepala Daerah untuk membuka sekolah dan melakukan pembelajaran tatap muka. Kebijakan ini diberikan kepada semua daerah tanpa dibatasi oleh zonasi risiko covid-19.

Kebijakan ini muncul sebagai bentuk kekhawatiran dari dampak buruk yang ditimbulkan akibat dari PJJ.(cnnindonesia.com, 20/111/2020)

Hal senada juga diutarakan oleh Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menyatakan, Komisi X DPR mendukung rencana tersebut dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Menurutnya PJJ yang selama ini berlangsung tidaklah efektif mengingat  sarana dan prasaranayang tidak. Seperti, masih banyak siswa yang belum memiliki gawai dan tidak meratanya akses internet. (liputan6.com, 20/11/2020)

Memang, pandemi yang belum juga usai telah menempatkan berbagai pihak dalam posisi dilematis. Jika PJJ terus dilanjutkan maka kegiatan belajar mengajar tidak dapat berjalan secara baik, terlebih dengan berbagai kendala sarana prasarana yang tak memadai. Jika belajar tatap muka dilakukan maka bukan tidak mungkin terjadi risiko penularan covid-19.

Untuk menemukan solusi dalam kondisi seperti ini, nampaknya kita mesti mengupas tuntas akar permasalahannya. Pembangunan infrastruktur yang jor-joran di perkotaan tidaklah dirasakan oleh masyarakat di pedesaan. Fakta nya saat ini sangat jelas terjadinya ketimpangan antara pembangunan infrastruktur di perkotaan dan pedesaan. Akses internet yang semestinya menjadi pendukung PJJ sulit didapatkan di pedesaan. Jangankan akses internet, listrik pun masih tidak bisa di akses oleh beberapa desa yang terpencil. Belum lagi gawai yang tak dimiliki semua siswa semakin mempersulit PJJ.

Berbagai Infrastruktur itu nampaknya memang hanya diperuntukkan bagi korporasi. Sedangkan infrastruktur yang mendukung kebutuhan dasar rakyat seperti sarana telekomunikasi yang mendukung pendidikan (saat ini PJJ) bukan menjadi prioritas. Kebijakan yang timpang dan tak sistematis inilah yang membuat negeri ini mengalami posisi dilematis dalam dunia pendidikan kala pandemi melanda

Inilah potret buram sistem kapitalisme yang tidak mampu memberikan keadilan kepada rakyat. Pandemi ini semakin menunjukkan kebobrokan kapitalisme yang tidak mampu membuat negara memenuhi kebutuhan rakyatnya baik dalam kondisi normal apalagi dalam kondisi pandemi seperti saat ini.

Segala problematika yang terjadi nyatanya disebabkan oleh di abaikan hukum Allah dalam mengatur urusan bernegara. Karena jika kita mau menjadikan Islam sebagai solusi maka kita akan mampu untuk mengurai benang kusut yang tidak akan ditemukan ujungnya jika diselesaikan dengan kacamata kapitalisme.

Khilafah adalah institusi negara yang menerapkan aturan berdasarkan akidah Islam. Dalam Islam pendidikan di pandang sebagai kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi negara bagi seluruh rakyatnya, baik muslim maupun non muslim. Dalam Islam pendidikan berperan untuk kemaslahatan umat dan kemajuan peradaban Islam yang mulia. Sistem pendidikan dalam Islam juga mengarahkan siswa  untuk mampu melewati tahapan proses berfikir yang memengaruhi tingkah lakunya.

Dengan prinsip seperti ini maka akan dihasilkan generasi yang memiliki kepribadian Islam dan kemampuan untuk mengamalkan ilmunya dalam kehidupan. Dan inilah sesungguhnya standar keberhasilan belajar dalam Islam. Berbeda dengan sistem pendidikan sekuler saat ini sebagian besar hanya transfer ilmu untuk mencapai standar nilai. Hingga akhirnya prinsip pendidikan dalam Islam juga akan mampu membantu negara saat terjadi wabah. Misal menemukan obat atau vaksin untuk menyelesaikan wabah yang terjadi.

Selain itu negara juga berperan guna membangun infrastruktur yang merata di semua wilayah negara sehingga memudahkan umat untuk mengakses pendidikan dengan mudah, murah bahkan gratis namun berkualitas. Sehingga ketika terjadi wabah seperti ini proses pembelajaran akan dapat tepat berlangsung dengan segala fasilitas teknologi yang mendukung.

Di sisi lain  jika negara sedang dilanda wabah maka negara akan menyelesaikan misi utamanya untuk mencari vaksin atau obat yang mampu menyelamatkan umat manusia dari wabah. Sehingga segala aktivitas akan kembali berjalan dengan normal. Termasuk kegiatan belajar mengajar akan kembali dilakukan secara tatap muka sehingga proses belajar akan lebih optimal karena bertemu langsung dengan Sang pemberi ilmu.

Sungguh Islam telah menghadirkan aturan yang  sempurna untuk menyelesaikan permasalahan umat manusia. Dan inilah solusi hakiki untuk menyelesaikan masalah pembelajaran saat terjadi wabah.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations