Oleh : Ummu Zidny
Aktifis Muslimah Bangka Belitung

"Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah : pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya" (TQS Al Baqarah : 219)

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonnesia (PGI) Gomar Gultom angkat suara berkaitan dengan wacana pembahasan Rancangan Undang-undang Larangan Minuman Beralkohol (RUU Minol) yang tengah digodok di DPR. Pendekatan undang-undang ini menurut Gultom sangat infantil alias segala sesuatu dilarang. Padahal, kata dia, negara lain seperti Uni Emirat Arab mulai membebaskan minuman beralkohol untuk dikonsumsi dan beredar luas di masyarakat.Sebaliknya, Indonesia malah melarang hal yang mulai dibebaskan oleh negara lain alias mundur beberapa langkah ke belakang.(CNN Indonesia.com, 13/11/2020) 

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan, selama ini sudah ada Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol dan implementasi di lapangan dinilai sudah berjalan efektif.

"Jika nantinya dalam RUU ini kesannya melarang maka dikhawatirkan akan terjadi praktik masuknya minol selundupan yang tidak membayar pajak, maraknya minol palsu yang tidak sesuai standar pangan serta maraknya minol oplosan yang membahayakan konsumen," kata Sarman dalam keterangan resminya,  (Kompas.com, 15/11/2020)

RUU larangan minuman beralkohol pertama kali diusung oleh DPR pada tahun 2009, tapi tak disahkan hingga dibahas lagi pada periode 2014 dan 2019.Namun pada tahun ini dibahas lagi, dan masih menuai polemik. 

Bahaya Alkohol 

Lembaga WHO menyatakan bahwa alkohol adalah pembunuh manusia nomor satu di dunia. Dilaporkan setiap 10 detik alkohol membunuh 1 orang didunia  atau sekitar  3,3 juta jiwa/tahun. Selain itu alkohol akan merusak jaringan tubuh manusia jika dikonsumsi dalam waktu lama. 

Sebuah lembaga di Amerika Serikat bernama NCADD(National Council on Alcoholism and Drug Dependence), pernah meliris laporan  40 persen kejahatan didorong faktor alkohol,yang meliputi pelecehan seksual,  pemerkosaan, perampok dan segala jenis kejahatan mulai yang ringan sampai yang berat.

Walaupun sudah sangat jelas bahaya yang ditimbulkan oleh alkohol, nyatanya masih ada yang menganggap bahwa alkohol bisa beredar ditengah tengah masyarakat , hanya saja butuh pengaturan. Tentu saja, dengan konsep mengambil suara terbanyak maka untuk menghentikan peredaran minuman keras, pelacuran, perjudian, perzinaan, perilaku menyimpang seksual, dan berbagai kemaksiatan lainnya, menunggu keputusan suara mayoritas di parlemen hingga bisa dibuat UU pelarangannya, tanpa memperhatikan perkara itu halal atau haram .

Begitu pula dengan RUU  Minol, ini. Jika banyak yang setuju, maka akan ditetapkan . Walaupun ini akan mengancam kehidupan sosial masyarakat.Namun,  dalam sistem  kehidupan kita hari ini, adalah suatu hal yang wajar, ketika mau menetapkan suatu hukum selalu terjadi pro kontra, antara yang menyetujui atau tidak.

Karena asas yang diusung oleh sekuler menjunjung tinggi kebebasan beragama, berpendapat maupun kebebasan berekonomi. Termasuk dalam perkara minol ini, mereka yang berkepentingan dengan alasan RUU minol ini akan mengancam pertumbuhan ekonomi, pariwisata dan lain sebagainya akan menolak. 

Solusi Tuntas

Islam, sebagai sebuah agama dan juga ideologi, memiliki seperangkat aturan yang berfungsi untuk menjaga dan melindungi manusia,salah satunya akal. Ini tampak pada larangan Allah untuk mengkonsumsi alkohol.

Banyak nash Al Qur'an maupun al Hadits yang menyatakan keharamannya. Sehingga tidak perlu diperdebatkan lagi keberadaannya, apalagi sudah jelas keharamannya, maka tidak ada lagi tawar menawar. Semuanya dikembalikan kepada hukum Allah bagaimana menetapkannya termasuk minuman alkohol ini. 

Firman Allah : Wahai orang orang yang beriman! Sungguh minuman keras, berjudi,(berkurban untuk)  berhala dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Karena itu jauhilah (perbuatan - perbuatan) itu agar kalian beruntung. TQS Al Maidah:90

Syariah Islam telah mengharamkan sepuluh aktivitas yang berkaitan dengan khamr atau alkohol ini. 

Dalam suatu Riwayat disebutkan : Rasulullah SAW telah melaknat tentang khamr 10 golongan :1.Pemerasnya, 2.Yang minta diperaskan, 3.Peminumnya, 4.Pengantarnya 5.Yang minta diantarkan khamr 6.Penuangnya 7.Penjualnya 8.Yang menikmati harganya  9.Pembelinya. 10.Yang minta dibelikan (HR. At-Tirmidzi)

Berdasarkan nash diatas, seluruh kegiatan yang berhubungan dengan khamr adalah haram.

Oleh karena itu, tidak ada jalan lain , sebaiknya kita kembali kepada sang Pencipta yang membuat hukum terbaik untuk manusia, sehingga tercipta ketenangan dalam kehidupan kita.

Wallahu a’lam bishowab

YOUR REACTION?

Facebook Conversations