Oleh: Siti Wilda Malik
Bogor

Staf khusus Wapres mendatangi Pemkot Bogor untuk membahas kerukunan diantara masyarakat kota Bogor. Mengingat Presiden Jokowi yang tinggal di Istana Bogor, maka kerukunan harus tetap dijaga jangan sampai terjadi konflik.

Staf khusus Wapres juga menyinggung soal kasus GKI Yasmin. Karena kasus GKI Yasmin dianggap meresahkan kerukunan beragama. 

Masyarakat Bogor yang mayoritas muslim dan dikenal agamis, tentu harus menjadikan Islam sebagai standar konsep kerukunan beragama. Sebagaimana terdapat dalam QS Al-Baqarah: 256 bahwa Islam tidak memaksa pemeluk agama lain untuk menjadi seorang muslim. Islam mempersilahkan mereka untuk beribadah sesuai dengan agama mereka. Namun Islam memiliki batasan toleransi, tidak melakukan doa bersama, tidak ikut dalam ritual ajaran agama mereka, tidak masuk ke dalam tempat ibadah mereka, dan tidak ikut mengucapkan selamat hari raya agama lain. 

Kerukunan antar umat beragama ini hanya akan terwujud sempurna jika sistem Islam yang diterapkan. Karena Islam memberikan hak dan perlindungan yang sama bagi warga non muslim. Contoh penerapan hidup berdampingan muslim dan nonmuslim terjadi pada masa kekhilafahan Umar bin Khattab. Saat itu ada seorang Yahudi yang mengadu kepada Khalifah Umar bin Khattab bahwa rumahnya akan diruntuhkan karena akan dibangun mesjid disana, maka Umar bin Khattab marah kepada gubernurnya dan mengancam akan mencopot jabatannya jika tetap merebohkan rumah Yahudi tersebut.

Lalu kisah baju besi saydina Ali yang diakui oleh seorang Yahudi, padahal baju besi tersebut memang milik Khalifah Ali. Namun dalam persidangan, orang Yahudi tersebut yang berhak menerima baju besinya. Karena kelegowoan sikap Ali bin Abu Thalib inilah yang membuat seorang Yahudi itu pun masuk Islam. Rasulullah SAW pun pernah dicaci oleh seorang nenek tua, padahal setiap harinya Rosulullah yang menyuapi nenek tersebut makan di pagi hari. Ketika Rasulullah wafat akhirnya nenek tersebut memeluk agama Islam. Jadi agama Islam sangat menghargai agama non muslim. Bahkan kafir dzimmi pun dilindungi harta, dan nyawanya dalam sistem Islam. Kedudukan kafir dzimmi (orang non muslim) yang hidup dalam negara Islam sama posisinya dengan warga negara Islam. 

YOUR REACTION?

Facebook Conversations