Oleh : Umi Zahra

Untuk siapa sebenarnya pilkada?
Untuk masyarakatkah ? Atau kepentingan mereka ?

Covid di biarkan pilkada dilancarkan.

Pilkada bagaikan kompetisi yang dalam kompetisi itu sedang merebutkan piala bergilir.

Piala bergilir yang tidak lain adalah kursi maha raja.

Jika kita lihat dalam pilkada, apa siiih yang sebenarnya kita cari ? Pemimpin seperti apa ?

Dari tahun ketahun dari kepala daerah hingga kepala negara bergunta ganti namun tetap selalu memberikan efek kecewaan untuk masyarakat yang memilih.

Bahkan sampai saat inipun wabah covid berkepanjangan di indonesia, penanganan apakah yang telah diberikan oleh pemerintah ? 

Pilkada serentak ini adalah bukti dari abaynya pemerintah terhadap keselamatan rakyatnya.

Keadaan indonesia semakin memperihatinkan, dari mulainya wabah menjalar ke indonesia, hingga indonesia d blokir oleh berbagai Negara, indonesia masih terbilang dan terlihat santai dalam menangani kasus covid 19 ini.

Bahkan ironisnya pilkadapun akan tetap berlangsung.

Salah satu bentuk keprihatinan ini di katakan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Bapak Hamdan Zoelva terkait banyaknya jumlah calon kepala daerah dan anggota penyelenggara pemilu yang terpapar Covid-19 selama pelaksanaan tahapan Pilkada serentak 2020.

"Prihatin 70 orang calon kepala daerah terinfeksi Covid-19, 4 orang diantaranya meninggal dunia," cuitnya melalui akun media sosial twitter @hamdanzoelva, Jumat (27/11/2020).

Tidak hanya calon kepala daerah saja yang terinfeksi Covid-19, tetapi Hamdan juga menyoroti banyaknya anggota penyelenggara pemilu yang juga terinfeksi virus Corona (Covid-19).

"100 penyelenggara termasuk Ketua KPU RI terinfeksi [Covid-19]. Betapa besar pengorbanan untuk demokrasi," ujarnya.

Dari sini kita harus menyadari, bahwa telah abainya pemerintah terhadap keselamatan penduduknya.

Coba kita sama sama perhatikan kontestan yang saat ini di kabarkan terpapar covid sedang berjuang untuk siapa ? Untuk Demokrasikah ?

Ya sudah barang tentu untuk Demokrasi.

Namun mari kita perhatikan kembali, hasil pemerintahan seperti apa yang sedang kita perjuangkan saat ini, pemerintahan yang rela menggadaikan keselamatan jiwa manusia ? Pemerintahan yang hanya akan berjuang untuk kursi dan yang akan bekerja untuk para kapitalis yang telah mendanai mereka.

Sayang seribu sayang, dari kurun ke kurun, pemimpin berganti tidak akan bisa mengubah kerusakan menjadi baik selama sistem yang dihasilkan adalah buah dari kapitalis.

Padahal dalam islam kita telah di tunjuki dan telah Allah berikan kabar bagaimana cara memilih pemimpin yang benar.

Allah SWT mengharamkan umat Islam dipimpin oleh pemimpin kafir karena bisa jadi , mereka bukan mensejahterakan rakyat, akan tetapi malah merampas dan mengeksploitasi kekayaan rakyatnya untuk kepentingan kaum kafir sebagai sahabat dan tuan-tuan mereka.

Seperti firman Allah SWT :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu), sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. al-Maidah: 51).

Dari ayat tersebut dapat kita mengambil suatu pelajaran bahwa ketika pemimpin itu berasal dari satu golongan, maka dia akan berusaha meningkatkan keuntungan bagi golongannya tersebut. Memberi kesempatan kaum kafir untuk berkuasa sama saja dengan berperan dalam mendorong kemunduran umat Islam. Dengan pimpinan yang tidak muslim, tidak akan ada lagi aturan halal-haram, terlebih jika penguasa itu di-back up oleh kaum kapitalis. Pikirannya cuma bagaimana caranya balik modal, dan tidak mempedulikan rakyatnya.

Pemimpin yang seperti apa yang harusnya di pilih dalam islam ?

Yaitu sesuai dengan yang telah Allah SWT kabarkan dalam Al Qur'an, Islam, bersedia untuk Adil, Amanah, Kuat dan mau menerapkan hukum islam dalam sistem pemerintahan Negaranya.

Pemimpin yang mau berjuang mati matian untuk kesejahteraan rakyatnya, mulai dari kebutuhan pokok manusia, pendidikan serta kesehatan rakyatnya.

Bukan pemimpin yang berjuang untuk kepentingannya dan para tuannya.

Namun pemimpin seprti ini tidak akan kita jumpai dalam sistem demokrasi kapitalis.

Ini semua hanya bisa terwujud dalam bingkaian Daulah khilafah.

Yang benar benar akan mengurusi rakyati bukan lagi mengurursi tuannya.

Maka dari itu,ketika kita mau memilih pemimpin mari kita lihat terlebih dulu apakah orang yang akan kita pilih itu sudah sesuai dengan kriteria syara apa belum?, Agar tidak memberikan efek kecewa, karena apa yang kita pilih akan kita bawa ke akhirat kelak.

Wallahu'alam bishawab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations