Oleh: Iim Muslimah S.Pd

Varian Corona B1617.2 yang pertama kali ditemukan di India atau varian Delta mulai menyebar di beberapa wilayah Indonesia. Varian ini diklasifikasikan sebagai variant of concern (VoC) oleh WHO karena diduga lebih menular dibandingkan varian aslinya.

Salah satu kota yang saat ini terindikasi tertular varian delta ialah kota Tanggerang Banten. 

Sebanyak enam warga Tangerang Selatan (Tangsel) kotak erat Covid-19 varian Delta atau varian India yang penularannya lebih ganas dan cepat. Enam warga itu saat ini isolasi di rumah.

Hal tersebut diungkapkan Walikota Tangsel, Banyamin Davnie. Kata benyamin, setiap hari kasus Covid-19 di Tangsel mengalami peningkatan.

"Kalau kemarin tercatat bertambah kasus Covid-19 baru sekira 79 orang. Mereka sudah menjalani perawatan," katanya usai menghadiri pemusnahan barang bukti kejahatan di Kejaksaan Negeri Tangsel, Kamis (17/6/2021). (Suarabanten.com)

Akankah Berkaca dari masa lalu? 

Satu tahun lebih sudah dunia dilanda virus Corona termasuk indonesia. Namun nyatanya pemerintah tidak berkaca dari masa lalu dengan mendatangkan WNA masuk Indonesia. Diperbolehkan WNA masuk Indonesia bisa menjadi jalan virus Corona mutasi baru ikut masuk ke Indonesia.

Selain itu kebijakan yang plin-plan antara mudik dan wisata membuat lonjakan kasus covid semakin nyata. Terlebih saat ini telah lahir varian delta yang dianggap lebih ganas. 

Sejak awal kemunculan Corona pada Maret tahun lalu, memang Indonesia terkesan kurang sigap menghadapi virus Corona. Terlebih alasan ekonomi menjadi faktor enggan diberlakukan lockdown. Pemerintah justru memberlakukan new normal yang berakibat drastisnya jumlah yang tertular. 

Hal ini jelas mengapa pemerintah justru memilih menetapkan new normal dibanding lockdown disamping alasan ekonomi yang akan semakin ambruk karena industri akan mati, juga karena ketersediaan pemerintah menjamin kebutuhan hidup rakyatnya selama karantina.

Sebagaimana yang dituturkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy diatas bahwasannya pemerintah tidak menjamin seluruh kebutuhan hidup rakyatnya.

Jika kita telaah memang sebelum terjadi musibah covid-19 ini, ekonomi Indonesia sudah memburuk. Hutang semakin membengkak. Bahkan saat ini Nilai tukar rupiah berhasil rebound dan berakhir terapresiasi 65 poin atau 0,39 persen ke level Rp16.430 per dolar AS.

Alih-alih ingin menyelamatkan ekonomi justru pemerintah akan kehilangan rakyatnya sendiri. Bukan hanya kehilangan nyawa namun juga kehilangan kepercayaan untuk mengurus negeri.

Lepas tangannya pemerintah memenuhi kebutuhan rakyatnya membuktikan watak asli pemimpin sekuler yang lahir dari Ideologi kapitalisme. Asas manfaat yang melekat dalam Ideologi kapitalisme membuat pemerintah memperioritaskan untung rugi dibanding menyelamatkan nyawa rakyat sendiri.

Solusi Nyata Atasi Wabah

Untuk mengatasi masalah wabah yang kini sudah menjadi pandemi ini tidak hanya bisa diselesaikan hanya segelintir orang. Baik lembaga, komunitas  atau individual. Semua elemen masyarakat harus berperan aktif. Terutama negara harus hadir digarda terdepan dalam melindungi rakyatnya.

Dalam sejarah, wabah penyakit menular pernah terjadi pada masa Rasulullah saw. Wabah itu ialah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya. Untuk mengatasi wabah tersebut, salah satu upaya Rasulullah saw. adalah menerapkan karantina atau isolasi terhadap penderita. Ketika itu Rasulullah saw. memerintahkan untuk tidak dekat-dekat atau melihat para penderita kusta tersebut. Beliau bersabda:

‏ لاَ تُدِيمُوا النَّظَرَ إِلَى الْمَجْذُومِينَ

Janganlah kalian terus-menerus melihat orang yang mengidap penyakit kusta (HR al-Bukhari).

Dengan demikian, metode karantina telah diterapkan sejak zaman Rasulullah untuk mencegah wabah penyakit menular menjalar ke wilayah lain. Untuk memastikan perintah tersebut dilaksanakan, Rasul membangun tembok di sekitar daerah wabah.

Rasulullah juga pernah memperingatkan umatnya untuk jangan mendekati wilayah yang sedang terkena wabah. Sebaliknya, jika sedang berada di tempat yang terkena wabah, mereka dilarang untuk keluar.

Ketika karantina diterapkan Negara menjamin keamanan dan keselamatan termasuk menjamin kebutuhan hidup rakyat selama karantina.

Dalam Islam jaminan kesehatan ditanggung negara. Layanan kesehatan diberikan secara cuma-cuma oleh negara untuk seluruh warga negara yang membutuhkannya, tanpa membedakan ras, warna kulit, status sosial dan agama, dengan pembiayaan bersumber dari Baitul Mal.

Serta untuk menjamin kebutuhan ekonomi masyarakat. Islam memberikan wewenang negara untuk mengelola sumber daya alam. Hasil pengelolaan SDA dialokasikan untuk kebutuhan rakyat. Termasuk untuk kesehatan.

Begitulah Islam menjamin seluruh kebutuhan hidup rakyat. Antara pemimpin dan rakyat akan terjadi hubungan yang harmonis karena semuanya dilakukan berdasarkan ketakwaan pada Allah SWT. 

WaAllahua'lamwaAllahua'lam.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations