Oleh: Eriga Agustiningsasi, S.KM
Penyuluh Kesehatan, Freelance Writer

Pekan ini publik digegerkan dengan pemberitaan penyimpangan seksual yang dilakukan oleh mahasiswa di salah satu universitas di Surabaya.

Pasalnya korbannya ialah adik tingkatnya sendiri. Bahkan dalam sepersekian detik, berita ini telah tersebar luas di media sosial yang akhirnya diangkat menjadi kasus yang harus diselidiki oleh pihak berwajib. Perilaku seks menyimpang ini dilakukan dengan dalih riset dengan mebungkus korbannya dengankain jarik. Tidak sedikit yang erasa aneh dengan perilakunya. Ada apa dibalik kain jarik?

Perilaku menyimpang ini telah merugikan sedikitnya 15 orang yang telah melapor. Hingga saatini, pihak berwajib masih melanjutkan penyidikan dan masih membuka kesempatan untuk melapor dengan kasus yang sama jika ada korban lain yang ingin melaporkan.

Belum selesai problem generasi terkait kenakalan remaja, dengan adanya kasus ini, akan menambah potret buram kualitas generasi masa kini. Generasi yang lahir diera digital ini memangakan menghadapi tantangan hebat. Bagaimana tidak? Pengaruh media sangat luar biasa. Mulai dari video porno hingga penyebarannya hingga menginspirasi penggunanya untuk melakukan adegan serupa. Interaksi via online juga bebas tanpa batas. Kasus Bungkusable ini pun tersangka memulai aksinya dengan mengirim pesan pribadi melalui media sosial kepada calon korbannya. Jadi, saatnya untuk berhati-hati dengan siapa kita berinteraksi, meskipun di dunia maya.

Potret buram generasi bukanlah tanpa sebab. Diterapkannya kebebasan berperilaku didukung dengan lingkungan yang bebas dengan nilai-nilainya sendiri, memperparah kondisi. Kapitalisme dengan ide kebebasannya, memisahkan agama dari kehidupan mampu melahirkan kebabasan tanpa syarat dan tanpa syariat. Hal ini sangat berbahaya bagi generasi muda terutama generasi muslim. Perzinahan menjadi pemakluman, penyimpangan seksual semakin menjamur dan generasi muda jadi hancur. Lalu, apa kabar negara ini?

Ir Soekarno pernah mengatakan “Berilah aku 1000 petua, maka aku cabut semeru beserta akar akarnya,tapi berikan aku 1 pemuda saja, maka aku goncang dunia”. Begitu dahsyatnya.

Umar bin Khattab pun pernah berkata , “Jika kau ingin merubah suatu bangsa maka genggamlah pemudanya”

Maka sudah saatnya generasi muda kembali kepada pengaturan Islam, pengaturan yang langsung bersumber dari Sang Pembuat Hidup ini. Dialah Allah SWT. Dan tentunya harus ada dukungan dari lingkungan terlebih negara dengan kebijakannya. Generasi terjaga,demi masa depan bangsa.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations