Belum lama dilantik, Staf Khusus Presiden Jokowi Gracia Billy Mambrasar sudah jadi bahan perbincangan. Ia menjadi sorotan karena frasa 'kubu sebelah' dalam kicauan akun Twitter-nya.
Gambar:

Dia memang sudah meminta maaf, namun kontroversi tetap menggelinding. Lewat akun Twitter-nya Billy @kitongbisa mencuitkan kerja-kerja stafsus, yakni membahas sosialisasi Pancasila untuk konteks kekinian. 

Namun, warganet kembali menyorot cuitan Billy, dalam cuitan tertanggal 30 November itu, dia menggunakan istilah kubu sebelah megap-megap untuk menggambarkan dinamika warganet.

Billy mengatakan tak bermaksud tendensius ke kelompok masyarakat mana pun. Dia juga telah menghapus tweet tersebut. Dia meminta maaf atas kicauan yang telah dihapus itu.

"Assalamu'alaikum dan salam sejahtera untuk kita semua. Saya pertama memohon maaf atas kesalahpahaman yang muncul karena salah 1 cuitan saya yang menggunakan kata yang menimbulkan multitafsir, yaitu kata: 'Kubu'," kata Billy dilansir dari detikcom.

BACA JUGA:

"Saya dengan ini memohon untuk dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya karena kesalahpahaman tersebut," mohonnya.

Billy kemudian menjelaskan dia terlahir dari keluarga dengan perpaduan dua suku dan agama. Ayahnya adalah orang asli Papua dan beragama Nasrani dari wilayah adat Saireri, sementara ibunya berasal dari Surabaya, dengan latar belakang keluarga Muslim.

"Adapun saya mengakui bahwa sebagai pejabat publik saya bertanggung jawab untuk bekerja bagi seluruh masyarakat Indonesia. Mohon dukungannya agar saya bekerja secara amanah, objektif, dan jujur untuk seluruh bangsa Indonesia, apa pun agamanya dan sukunya. Mohon doanya dan maafkan kekhilafan saya," pungkas Billy yang menambahkan hashtag #StafsusRasaBuzzeRp di cuitannya tersebut.

Berbagai reaksi dari para politisi pun muncul. Anggota DPR dari Partai Gerindra Andre Rosiade menyampaikan saran agar stafsus dari kalangan anak muda itu berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan. 

Ander mengatakan bahwa kubu-kubuan pemilu sudah usai, maka tak perlu di ungkit lagi. Namun demikian, dia memaklumi bahwa Billy anak muda yang kadang masih emosional.

"Saya menyarankan berhati-hatilah berkomentar. Sekarang saatnya kita bersatu, bersama membangun bangsa. Bukan lagi bicara kubu-kubuan. Pemilu sudah selesai. Saatnya bekerja dan tunjukkan kualitas kerja sesuai amanah rakyat," kata anggota Fraksi Gerindra DPR RI, Andre Rosiade, kepada wartawan, Ahad (01/12/2019).

BACA JUGA:

Badan yang menggawangi urusan ideologi Pancasila berbicara. Ada Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo yang menasihati agar Billy lebih bijak.

"Dia harus bijak, karena dia menjadi teladan dalam mengaktualisasikan Pancasila. Dia harus mampu menjadi negarawan, dan negarawan tidak tergantung usia," kata Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo kepada wartawan, Ahad (01/12/2019).

Benny membantah anggapan bahwa tugas BPIP telah diambil alih oleh para stafsus milenial Jokowi, yang Billy ada di dalamnya. BPIP justru terbuka bila para stafsus bekerja sama dengan BPIP untuk mengurusi ideologi negara ini.

"Intinya dalam mengarusutamakan Pancasila, butuh sinergi. Ini karena ideologi Pancasila bisa diwujudkan dalam kebijakan dengan mewujudkan kesejahteraan lewat gotong royong," tutur Benny.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations