Oleh: Nafisa dan Najma

Ayam sudah berkokok. Weker kali ini tak berbunyi, belum ganti batere. Jarum jam yang panjang setia di angka 12, sementara jarum pendeknya di angka 4. Jadi, dalam sehari dua kali tepat waktu, lumayan dari pada jam ngaret, selalu tidak tepat waktu.

Orang itu sudah tidak dapat dipercaya kalau sering tidak menempati janji. Kata baginda Nabi saw, itu salah satu tanda orang munafik.

Aku benci sekali pada teman teman yang terbiasa jam ngaret. Gak mau komitmen jika berjanji, pake kata in syaa Allah segala. Kata abi dirumah, kalau mau ingkar janji gak usah dengan membawa nama Allah segala. Niat baik itu, 99 persen harus kuat itikadnya karena Allah SWT pasti mengizinkannya. Satu persennya berserah, jika niat baik terpaksa harus tertunda, sudah dicatat kok sama Malaikat. Jadi, lebih baik banyak berniat baik dari pada berniat buruk.

Ada kisah menarik dari buku yang pernah dibaca, ada dua orang bersaudara, tapi bukan aku dan adik (Nafisa dan Najma) lho!  Kakaknya selalu berbuat baik, namun suatu waktu merasa jenuh dengan kebaikannya itu. Terlintas di hatinya ingin mencoba keburukan, di ambillah pensil adiknya tanpa permisi. Tapi, sayang baru sajadi pegang pensil itu, langsung ketahuan ibu. Otomatis kena sanksi, uang jajan hari itu dipotong sama ibu. Berniat buruk itu rugi, gak dapat yang diniatkan,malah tekor lebih besar.

Sementara sang adik, meskipun suka merengek dan mengadu sama ibunya. Suatu kali berniat baik, ingin membahagiakan kakaknya, ia mencoba membuatkan kado, sesuatu yang akan diberikan kepada saudara (kakaknya) di hari ulang tahunnya. Singkat cerita kado itu sudah disiapkannya, namun sayang karena lupa menyimpannya ia bersedih tidak dapat menyerahkannya. Beruntungnya sang adik, ibu pula yang menemukan kado tersebut.

Mengetahui perilaku anak-anaknya tersebut. Ibu memberikannya dua kado yang berbeda, yang satu buatan si adik, dan satunya lagi kado spesial buat kebaikan si adik tadi. Ternyata, kalau kita melakukan sebuah kebaikan membuahkan kebaikan yang serupa, bahkan lebih baik jika dilakukan dengan hati ikhlas.

Sejak membaca kisah tersebut, aku dan adikku selalu ingin berbuat kebaikan, meskipun tanpa sepengetahuan abi dan umi di rumah. Berniat baik itu jangan suka ditunda-tunda ya!

YOUR REACTION?

Facebook Conversations