Oleh: Erna Ummu Aqilah

Ditengah kondisi pandemi yang tak kunjung berhenti, membuat kita harus banyak bersabar, serta tawakal kepada yang Mahakuasa agar kita tidak terjebak dalam perbuatan dosa.

Apalagi di bulan suci Ramadan seperti saat ini, naiknya berbagai harga kebutuhan pokok, juga sulitnya mencari nafkah sehingga banyak masyarakat yang tidak mampu menuhi kebutuhannya, disinyalir banyak masyarakat hidup dalam keprihatinan dan penuh tekanan.Apabila kita tidak kuat iman kita akan mudah salah jalan.

Dilansir dari viva.co.id 1/5/2021, seorang ibu muda ditemukan telah meninggal dunia dengan cara gantung diri di kediamannya, di Kampung Pasir Kiang, Desa Solear, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, pada sabtu 1 Mei 2021.

Menurut keterangan Kapolsek Cisoka AKP Rokhman, jasad korban ditemuakan pertama kalinya oleh anak tunggalnya pada pukul 16.00 WIB. Saat pulang bermain sang anak melihat ibunya sudah dalam keadaan tak bernyawa. Kemudian dia memanggil warga sembari menangis. Dari hasil pemeriksaan kepada keluarga, korban diketahui memiliki masalah ekonomi, sehingga memilih mengakhiri hidupnya.

Kejadian ini sungguh amat disayangkan, sebab di tengah bulan suci Ramadan dimana banyak umat Islam yang sedang berlomba-lomba meraih pahala, namun ada diantara kita yang sedang dalam kondisi tak berdaya. Bahkan karena masalah ekonomi hingga memilih mengakhiri hidupnya.

Dalam pandangan Islam bunuh diri merupakan perbuatan dosa besar, karenanya Allah memberi ancaman dengan neraka dan kekal di dalamnya.

Allah Swt telah berfirman dalam Qur'an Surat An-Nisa ayat 29 yang artinya: " janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha penyayang kepadamu."

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah melarang perbuatan bunuh diri, sebab nyawa adalah milik Allah dan hanya Dialah yang berhak mengambilnya.

Orang yang bunuh diri akan merasakan tiga penderitaan yakni:

1. Penderitaan di dunia yang mendorongnya melakukan bunuh diri.

2. Penderitaan menjelang kematiannya.

3. Penderitaan yang kekal di akhirat yakni di neraka.

Dalam sistem kapitalis sekuler saat ini, telah berhasil menjauhkan umat dari agamanya. Agama hanya sebatas ritual ibadah semata dan dianggap urusan pribadi masing-masing. Akibatnya umat jauh dari ajaran agamanya sehingga jauh dari Tuhannya, dan cenderung berbuat sesuka hatinya.

Banyak diantara mereka yang tidak menyadari kedudukannya di dunia hanya sebagai hamba. Juga tujuan Allah menciptakannya hanya untuk beribadah kepadaNya. Sebab kita semua akan kembali kepadaNya, dan akan ada pertanggung jawaban atas apa yang kita perbuat selama hidup di dunia.

Seharusnya bunuh diri tidak perlu terjadi, apabila ada penjagaan dan peran aktif dari individu, lingkungan serta negara.

Sebagai individu kita wajib taat kepada seluruh perintah dan larangan Allah, sehingga kita akan senantiasa ingat padaNya, dan setiap melakukan perbuatan selalu bersandar pada halal atau haram.

Begitu pula peran lingkungan, seharusnya lingkungan di sekitar (masyarakat) berkewajiban amal ma'ruf nahi munkar, saling tolong-menolong, saling membantu, saling peduli dan saling mengingatkan, sehingga kita mengetahui dan peduli dengan kondisi di sekitar kita.

Begitu pula peran negara sangatlah penting, sebab negara yang berkewajiban menjamin dan memenuhi segala kebutuhan primer bagi rakyatnya. Negara juga berkewajiban menjaga akidah rakyatnya, agar sentiasa taat kepada Allah Swt. Jadi antara individu, lingkungan, dan negara bahu-membahu untuk turus saling menjaga, agar kejadian bunuh diri tidak lagi terjadi. 

Wallahu A'lam Bishshawwab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations