Oleh : Mutri Yeni,S.Pd
Pemerhati kebijakan publik

Merespon konflik dan demonstrasi yang terjadi di Prancis sebulan terakhir ini, Presiden Prancis Emanuel Macron mengeluarkan ultimatum kepada Dewan Ibadah Muslim Prancis untuk segera menandatangani (dalam waktu 15 hari) "Piagam nilai-nilai Republik, sebagai bagian dari tindakan keras terhadap Islam radikal. (CNBC Indonesia).

Kesepakatan ini sebagai bentuk konsisten Prancis untuk memerangi Islam radikal di negaranya.

Presiden Macron menginginkan agar dewan ibadah muslim Prancis (CFCM), menyatakan secara terbuka bahwa Islam hanyalah sebuah agama dan bukan gerakan politik. Sikap Emanuel Macron ini merupakan realisasi dari pernyataannya yang kontroversi beberapa pekan yang lalu. Macron sempat mengatakan, "Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis diseluruh dunia". Pernyataan ini menyusul atas serangan teroris yang terjadi di Prancis, dan umat Islam adalah pihak yang dituduh dibalik semua itu. Untuk mewujudkan pernyataannya tersebut, Macron mengeluarkan RUU separatisme Islam pada awal september lalu dan diresmikan pada Rabu tanggal 18 November.

Selain menekan muslim yang ada di Prancis, Macron juga ingin menghentikan negara-negara muslim lain untuk membantu muslim Prancis,karena dipandang campur tangan asing. Sikap Emanuel Macron menunjukkan betapa sombong dan bencinya dia kepada Islam. Seharusnya Macron meminta maaf kepada umat Islam di seluruh dunia atau pernyataannya yang menghina Rasulullah Saw sehingga menimbulkan gerakan boikot Prancis sebagai bentuk protes terhadap sikapnya. Justru dia menjadikan moment itu untuk mengeluarkan kebijakan yang semakin menunjukkan wajah aslinya. Yaitu kafir yang sangat membenci Islam. Ini persis seperti apa yang digambarkan oleh Allah dalam Alquran”

 “Mereka (orang-orang kafir) bermaksud memadamkan cahaya agama ALLAH dengan perkataan-perkataan mereka, tapi ALLAH (justru) menyempurnakan cahaya (agama)-Nya walaupun orang orang kafir itu tidak menyukainya..” (QS:9:8)

Hipokritide demokrasi barat

Prancis sebagai negara  dengan penduduk muslim terbesar di Eropa merupakan penganut sekulerisme yang fanatik, dansangat mengagungkan ide kebebasan. Mereka akan membasmi segala sesuatu yang mereka anggap bertentangan dengan ide tersebut. Termasuk hak-hak muslim dalam melakukan perintah agamanya, yang mereka pandang sebagai Islam radikal.

Sebenarnya apa yang dilakukan Macron menciderai demokrasi yangselama ini mereka banggakan, sikap hipokrit barat sangat terlihat jika kebebasan itu berkaitan dengan umat Islam. Ketika umat Islam ingin menjalankan agamanya, mereka halangi dengan alasan radikal. Tapi ketika orang kafir mengganggu keyakinan umat Islam mereka lindungi dengan alasan kebebasan berekspresi. Sungguh sikap yang sangat tidak dewasa dalam berdemokrasi. Ini terlihat dari kebijakan pembentukan dewan imam nasional sebagai lembaga akreditasi bagi para imam, yang berhak memberi izin sekaligus mencabut jabatan imam di Prancis saat ini.

Islam politik dan kebangkitan

Barat sangat takut dengan kebangkitan Islam, inilah yang bisa kita lihat dari serangan Prancis terhadap Islam. Karena ini mereka berusaha memandulkan Islam dengan memisahkan politik dengan agama Islam. Mereka menyadari betul, Islam tanpa politik tidak akan berpengaruh bagi mereka. Sebaliknya pada saat Islam tidak dipisahkan dari politik, maka ini akan membawa kebangkitan bagi umat Islam, dan umat Islam akan berkuasa kembali. Sehingga hegemoni kafir akan binasa. Inilah yang ditakutkan barat saat ini. Ketika banyak umat Islam yang berjuang untuk tegaknya institusi yang akan menerapkan seluruh aturan Islam dan menyatukan seluruh umat Islam didunia. Ketika umat Islam marah dan beraksi disaat nabi yang dimuliakannya diusik oleh orang-orang kafir. Dan ketika mereka umat Islam menyadari wajibnya terikat dengan seluruh aturan Islam.

Islam adalah aqidah sekaligus ideologi, yang terdiri dari aqidah ruhiah dan aqidah siyasah (politik). Sehingga pada saat Islam diterapkan sebagai sebuah ideologi dalam sebuah negara sebagaimana ideologi kapitalis demokrasi saat ini, maka Islam juga akan bangkit dan berkuasa.

Perbedaannya adalah, Islam sebagai ideologi yang shohih yang berasal dari zat yang maha benar akan memberikan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia, muslim maupun non muslim. Semua mendapatkan haknya dalam negara Islam. Tidak ada diksriminasi seperti yang dilakukan Prancis saat ini. Umat beragama selain Islam dijamin untuk bisa beribadah sesuai keyakinan mereka. Dalam negara Islam akan ada UU yang menjamin ketertiban umum bagi semua warganya.

Untuk itu sudah seharusnya dunia saat ini meninggalkan demokrasi, yang sudah terbukti kerusakannya dan hanya menimbulkan kerusuhan bagi umat manusia. Begitu banyak perang dan pertumpahan darah yang terjadi atas nama menjaga demokrasi. Tapi justru itu semua adalah cara ideologi kapitalisme dalam menyebarkan dan mempropagandakan ideologinya.

Sudah saatnya umat Islam menyadari pentingnya untuk membangkitkan Islam kembali dan menggantikan kapitalis demokrasi yang batil.

Wallahualam

YOUR REACTION?

Facebook Conversations