Oleh : Nirmala Haryati

Tidak ada ikhtilaf di kalangan para ulama tentang wajibnya menutup aurat. Dalilnya adalah, "..dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.." (TQS. An Nuur : 31).

Maka barangsiapa yang melanggarnya, jelas akan mendapatkan dosa. Selain karena kewajiban, memakai hijab juga akan memuliakan seorang muslimah. Yang pasti, membuat mereka terlihat berbeda dengan wanita nonmuslim lainnya atau dengan kata lain lebih mudah dikenali. Mereka bangga dengan menunjukkan jati dirinya sebagai umat Islam yang memiliki ciri khas dalam berpakaian.

Namun kini, menjadi seorang muslimah yang ingin menjalankan kewajiban yang ditetapkan oleh syariat tidaklah mudah. Mereka harus menerima kenyataan bahwa hijab yang menjadi kewajibannya dihujat dibeberapa negara. Bahkan hampir di seluruh negara yang ada di dunia. Beberapa diantaranya adalah Prancis, Denmark, Belanda, hingga Turki. Ujaran kebencian terhadap Islam atau Islamophobia mengenai hijab terus dilontarkan oleh negara-negara tersebut dan juga negara-negara lainnya di dunia. Indonesia juga termasuk di dalamnya. Tentu kita semua masih mengingat kalimat yang dilontarkan belum lama ini, "mengenakan jilbab sejak usia dini pada anak akan membuatnya mengalami krisis identitas".

Belum lagi ketika gerakan 'No Hijab Day' masuk ke Indonesia, para muslimah di Indonesia mulai menyemarakkan gerakan tersebut. Mereka berlomba-lomba melepas hijab yang mereka kenakan, merekam, dan memviralkannya. Astaghfirullah.

Mereka melakukan hal tersebut atas dasar hak asasi manusia. Tentu, bagi kita yang paham syariat Islam akan mengelus dada dan menggelengkan kepala melihat fenomena ini.

Apatah lagi jika kita mau membahas kriminalisasi hijab yang ada di Barat. Contohnya di Amerika Serikat. Video yang sempat viral di media sosial memperlihatkan seorang gadis yang mengenakan hijab diserang oleh anggota kelompok ekstremis di Pennsylvania. Gadis itu terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Masih di daerah yang sama, Pennsylvania, gadis Suriah yang berhijab tentunya, dipukul oleh teman sekolahnya didalam toilet. Iasering dijadikan sasaran murid lainnya karena mengenakan hijab. Contoh lainnya yaitu di Swiss. Bagi perempuan yang ketahuan memakai niqab maka akan didenda sebesar 8.000 pound sterling atau sekitar Rp 1,3 miliar. Kebijakan ini telah berlaku sejak 2013 lalu. Selain itu, tentu masih banyak lagi kriminalisasi terhadap hijab di seluruh negara yang ada di dunia.

Inilah yang terjadi jika sistem kapitalisme yang berlandaskan sekularisme memimpin dunia saat ini. Pemisahan agama dari kehidupan akan selalu digencarkan. 

Kriminalisasi terhadap syariat Islam terus terjadi dimana-mana. Para pendukung sekularisme membuat kaum muslim jauh dari agamanya. Mereka sengaja membuat framing bahkan sampai kebijakan yang menepiskan aturan Islam untuk mengatur kehidupan di dunia. Kasus-kasus yang disebutkan tadi hanyalah secuil dari seluruh kasus yang ada di dunia. Hujatan dan larangan mengenai hijab tidak akan berhenti jika masih mempertahankan sistem kapitalis sekuler. Mereka akan terus berusaha membuat umat bingung akan agamanya sendiri. Semua ini diakibatkan tidak diterapkannya aturan Islam dalam kehidupan. 

Sejak keruntuhan khilafah pada tahun 1924, banyak terjadi kekacauan di seluruh penjuru dunia. Umat Islam tidak lagi menjadi trend center masyarakat. Baratlah yang akhirnya maju memimpin dunia. Satu-satunya cara untuk menghentikan kriminalisasi aturan Islam khususnya mengenai aturan menurup aurat adalah dengan mengganti sistem yang ada sekarang dengan sistem Islam yakni khilafah. Khalifah akan mewajibkan bagi setiap muslimah untuk menutup aurat secara sempurna. Karena apapun yang menjadi kewajiban dalam syariat Islam tentu harus dilaksanakan. Khilafah akan menjaga kemuliaan seorang muslimah dengan cara mewajibkan jilbab dan kerudung. Dan dalam khilafah semua akan melaksanakannya atas dasar perintah dari Allah, bukan perintah dari penguasa. Tidak ada keterpaksaan sedikit pun bagi mereka. Karena mereka adalah masyarakat yang memang dari awal telah memiliki kesadaran akan hubungannya dengan Sang Pencipta. Baik muslim maupun non muslim akan merasakan keadilan yang sesungguhnya hanya dalam sistem Islam. Untuk itu, marilah sama-sama kita memperjuangkannya agar hijab dan seluruh syariat Islam yang lainnya tidak dihujat dan dikriminalisasi lagi.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations