Oleh: Maman El Hakiem

Dear, Ramadhan.
Hidup ini bukan sekedar bagaimana mengawali, tetapi cara kita berproses dan hasil akhir itulah hal yang sangat menentukan.

Ibarat alur sebuah cerita, kehidupan adalah proses perjalanan manusia yang harus happy ending. Awalnya mungkin tidak seperti yang diharapkan, tidak sebaik yang dikehendaki, tapi manusia berproses untuk bisa menjadi lebih baik. Maka, itulah fungsinya akal untuk berpikir, menemukan alur kehidupan yang Allah SWT ridloi, ada pergulatan pemikiran dan pilihan sikap antara benar atau salah.

Manusia harus bisa mencapai target tujuan, bukan sekedar menjalani hidup apa adanya, melainkan harus berupaya semaksimal mungkin berproses dalam perlombaan memenangkan nilai-nilai kebaikan.

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

“Berlomba-lombalah dalam kebaikan” (QS. Al Baqarah: 148).

Manusia sering keliru dalam memahami nilai baik atau buruk, cenderung mengikuti hawa nafsu. Saat apa yang dirasakannya baik, ia cenderung mengikutinya, sedangkan saat dirasanya buruk ia meninggalkannya. Padahal, hidup tidak semata-mata mengikuti perasaan, melainkan berpikir tentang hakikat baik dan buruk itu bukan berasal dari diri manusia. Kebaikan dan keburukan adalah dua sisi yang mendampingi perjalanan hidup manusia yang Allah SWT telah mengaturnya agar manusia memilihnya.

Jika ada kebaikan atau manfaat dari suatu benda atau perbuatan, bisa jadi berasal dari manfaat yang  ada pada benda atau perbuatan tersebut, namun nilai baik atau buruknya bukan dari manfaatnya, melainkan karena Allah SWT memberikan perintah atau larangan yang dikendaki-Nya. Ingatlah kisah Nabi Adam As. dan Siti Hawa yang tergoda memakan buah khuldi, bukan karena tidak ada manfaat dari buah tersebut, melainkan ada perintah Allah SWT untuk menjauhinya, maka ketika melanggarnya mudharatlah yang didapat, sehingga mereka diusir ke alam dunia yang fana ini.

Pun hidup ini, melakukan perbuatan harusnya bukan karena ada manfaat di dalamnya, melainkan semata-mata mengikuti petunjuk yang diberikan Allah SWT sebagai pencipta dan pengatur semua makhluk di muka bumi ini. Perlombaan kebaikan, hakikatnya mengejar pahala bukan meraih manfaat dari apa yang kita kerjakan. Karena manfaat bukan menjadi alasan perbuatan orang-orang yang beriman.

Dengan demikian, pentingnya tuntunan syariat Islam agar ada panduan manusia dalam menemukan kemaslahatan yang sebenarnya, bukan berdasarkan hawa nafsu yang cenderung keliru, bahkan salah. Standar baik atau buruk adalah apa  yang telah dicontohkan Rasulullah Saw. Menjalani perintah dan menjauhi larangan Allah adalah wujud ketakwaan. Jangan sampai manusia gagal di detik akhir perjalanan hidupnya karena tidak menjalankan syariat Islam. Mengikuti  aturan Islam secara kaffah adalah wujud ibadah yang menjadi tujuan diciptakannya manusia di dunia supaya bisa happy ending.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56).

Wallahu’alam bish Shawwab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations