oleh: Solikhin Abu Izzuddin
Happy Marriage Kado Nikah Pemburu Berkah

Lihat “Kebun”-ku, penuh dgn bunga. Lihat isterimu yang penuh pesona. Setiap waktu dia semakin prima... 

Menikah itu berkebun cinta di taman surga. Pasangan itu sawah ladang cinta dunia untuk bekal ke surga.

Kuy bangun rumah tangga penuh asmara (as-sakinah mawaddah warahmah) dengan fondasi taqwa, berlantai iman, bertiangkan shalat, berdinding mahabbah, berjendela ma'rifah, berventilasi ukhuwah, berpintu mujahadah, berbilik tarbiyah, beratapkan dakwah

Rasakan dipan kesabaran, berkasur syukur, berlemari sedekah, bermeja qana’ah, berkursi ketaatan, bersofa tawadhu, dan rasakan warna-warni akhlak terpuji di setiap sisi. Cihuy 

Lezati rasa baru dalam hidupmu.

Ada sumur untuk menimba sikap dan sifat jujur. Ada keran untuk mengalirkan rasa simpati dan ringan berbagi. Ada dinding untuk menghijabi aib dan menyandarkan diri saat genting. 

Segarkan cintamu. 

Ada pilar untuk belajar sabar, sadar, dan berlatih tegar. Ada ruang yang luas untuk menerapkan ketulusan yang riang. Bilik untuk mendidik perilaku menarik. Teras demi menikmati rasa ikhlas yang terkadang tak berbalas.

Nikmati juice mangga tanda cinta, dan teh hangat penyegar suasana, menggerakkan, ber-217-an, penyemangat yang lambat, pengingat yang tersesat, penunjuk yang terpuruk, penjelas yang waswas, penegas yang malas, penggerak yang terserak, dan penawar lelah pemburu berkah.

Saudaraku, "Kita ini dipertemukan oleh Allah, dan kita menemukan cinta dalam dakwah. Apakah pantas sesudah dakwah mempertemukan kita, lalu kita meninggalkan dakwah? Aku cinta kamu dan kamu pun cinta aku, tapi kita pun cinta Allah.”

Kuy nikmati...

YOUR REACTION?

Facebook Conversations