Oleh: Ummu Yaya
Pagi ini, setelah bersih - bersih rumah dan mandi, aku asyik menikmati segelas teh dan beberapa potong roti sambil membaca status kawan- kawan dan keluarga di WA. Sampai puluhan status isi temanya hampir sama yaitu covid-19.
Freepik.com

Namun ada juga beberapa kawan yang menulis status tentang isu kesetaraan gender dan deklarasi Beijing serta isu yang aku suka tentang khilafah.

Berhenti sejenak,  aku menyeruput teh hangat yang ada dimeja depanku. Usai meneguk dua kali teh manis kesukaanku, aku melanjutkan membaca status. Iya,  membaca status adalah salah satu hal yang aku suka, lewat status itu aku dapat mengetahui bagaimana keadaan kawan- kawan dan keluargaku.

Karena terkadang status di media sosial  sudah jadi ajang curhat dan laporan aktivitas sehari - hari.

Membaca status ini juga menjadi hiburan tersendiri bagiku. Kadang aku tertawa- tawa sendiri jika membaca atau melihat gambar status lucu seorang kawan. Pelan-pelan jariku menggeser layar ponsel dan terhenti di sebuah status. aku baca pemilik status " Winda" gumanku pelan  menyebut nama adik sepupuku.  Ya, Winda adalah adik sepupuku yang tinggal beda kota denganku  namun dia sudah aku anggap adik sendiri demikian juga dengan dia. Winda sangat eksis di media sosial dan selalu update segala aktivitasnya. Namun kali ini dia sudah sangat keterlaluan.

Dengan terburu - buru, aku menekan beberapa angka dilayar panggilan ponsel.

Ttuuuut...tuuuut  terdengar nada panggil, lalu tak lama kemudian aku mendengar nada sudah tersambung.

" Hallo... Assalamu'alaikum, iya kak ada apa ?"

aku mendengar suara Winda di seberang.

" Wa'alaikumussalam, hapus statusmu di WA sekarang juga, dan kalau ada status serupa di medsosmu yang lain !!"  kataku tanpa basa basi. 

"Kena...."    klik aku menutup telpon sebelum dia menyelesaikan tanyanya.

Ya, kali ini aku cukup marah padanya. Aku tak habis pikir, sudah sangat sering dia kunasihati agar jangan curhat tentang masalah rumah tangganya di media sosial. Jangan pernah  menjelek -jelekkan suaminya, apalagi membuka aib suaminya di media sosial, namun kali ini Winda lupa akan nasehatku itu.

Kembali kubuka aplikasi Whatsup dan langsung kebagian status, untuk mengecek apakah status Winda yang tadi aku baca masih ada atau sudah dihapus. Pelan-pelan aku geser layar ponsel, alhamdulillah  status yang tadi sempat membuatku  marah padanya ternyata sudah dihapusnya.

Winda memang sangat segan kepadaku. Jika dia berbuat kekeliruan aku tak segan -segan untuk menegurnya, dan alhamdulillah sampai sejauh ini Winda tak pernah membantah apalagi marah dan melawan jika aku tegur atau menasehatinya.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations