Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa."(QS. Al Hujurat: 13).

Yakni yang sungguh-sungguh dalam mengamalkan perintah Allah dan sungguh-sungguh menjauhi maksiat. Bukan karena megahnya rumah atau banyaknya keluarga. (lih. http://quran.ksu.edu.sa/tafseer/tabary/sura49-aya13.html)

Allah mengajak kita pada jalan yang mudah dan melegakan. Jika saja kita benar-benar yakin pada firman Allah tersebut di atas, niscaya hidup kita jauh dari gelisah akibat dunia. 

Sepanjang kita sudah sungguh-sungguh menjalankan perintah Allah dan menjauhi maksiat, mestinya kita legowo menerima bagaimanapun kondisi kita. Sebab, kita punya peluang menduduki martabat mulia di sisi-Nya. Meskipun saat ini tak nampak dalam pandangan manusia.

Di antara hal yang suka bikin kita gelisah di dunia adalah karena terlalu takut pada pandangan orang terhadap kita. "Sarjana kok kerjanya serabutan. Mending dia, lulusan SD, tapi karyawannya sarjana semua." "Makanya jadi orang yang berkuasa. Di mana-mana disambut dan dimuliakan bagai raja." Bla, bla, bla....

Jika memang selendang kemuliaan itu ada pada harta, tentu Qarun lebih berhak menyandangnya. Jika mahkota kemuliaan ada pada kekuasaan, tentu Fir'aun lebih berhak mengenakannya. Tapi, Allah benamkan Qarun dalam perut bumi, dan Allah tenggelamkan Fir'aun di dasar samudra, karena mereka durhaka kepada-Nya. Semakin besar kedurhakaannya, cara Allah menghinakannya pun luar biasa. Mereka berdua dijatuhkan hingga jauh di bawah tanah tempat biasa berpijak telapak kaki manusia.

Sebaliknya, orang yang bertakwa, Allah angkat derajat mereka lebih mulia dari raja-raja. Sebut saja, misalnya, Uwais Al Qarni. Orang mungkin tidak akan mendengar namanya, andai Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak menyebutkannya. Uwais yang "bukan siapa-siapa" itu Allah angkat derajatnya karena ia konsisten mengamalkan perintah-Nya untuk berbakti pada ibunya.

Jika Allah belum izinkan kita memiliki pernak-pernik dunia, tak usahlah gundah gulana. Tak perlu juga merasa hina. Sebab, letak kemuliaan hakiki bukan di sana. Melainkan, di atas takwa pada Allah Ta'ala.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations