Oleh: Ustaz Felix Siauw
Kisah ini diangkat dari kisah nyata. Saya punya temen, anggap saja namanya Dayat, punya anak namanya Miqdam. Nah, si Miqdam ini orangnya lucu banget, cuek dan spontan

Sukanya baca komik, walau komiknya masih dalam batas kewajaran, Doraemon dan sebangsanya lah, usianya pun masih kurang lebih 6 tahun aja saat itu

Satu hari, ibunya Miqdam lagi nonton berita di Instagram, kebetulan ada pejabat terkenal lagi diwawancara. Singkatnya diceritakan bahwa dia sangat suka komik

Dijelaskan lagi, bahwa selama luangnya komik yang menemaninya, dan lebih banyak membaca komik dari bacaan lain, dan itu sudah sedari kecilnya

Miqdam ngeliatin itu, mukanya agak syok, tapi ibunya pikir biasa aja, namanya juga anak-anak, mungkin ada pelajaran yang dia ambil dari wawancara itu

Ini bagian menariknya, besok paginya, ibunya Miqdam ngeliatin Miqdam lagi bawa kardus isinya komik. Pas ditanya, katanya mau dibuang, ya ibunya kaget bukan kepalang

Pas ditanya, Miqdam nggak mau jawab. Wajahnya kayak biasa, cuek dan lucu, kayak menyembunyikan sesuatu yang sudah ketahuan gitu, ya ibunya cuma senyum

Saya mencoba cara yang sama, saya puterinlah video pejabat tadi pas diwawancara, harapan saya, reaksinya anak-anak saya sama kayak Miqdam, minimal ada efeknya

Besoknya, anak-anak tetep baca komik kesukaan mereka. Lalu saya pancing nanya: "Eh kemarin udah liat belum, kalau orang yang suka baca komik itu jadinya gimana?", begitu

Anak-anak saya jawab bareng: "Abi dulu juga suka baca komik!!!". Dan saya pun nyesel sudah nanya. Besoknya saya yang packing-packing komik saya, sambil nangis kecut

Pelajaran moral, anak zaman sekarang pinter-pinter, khususnya kalau bapaknya pinter dan ganteng. Begitulah, cuma mau cerita aja, refreshing 

YOUR REACTION?

Facebook Conversations