Anak merusak hape, anak yang salah. Anak menonton gambar tak senonoh, anak yang salah. Anak jadi sulit diatur orang tua, anak yang salah.

Cara pandang seperti itu bisa jadi muncul tanpa kita sadari. Refleks saja. Tapi, dampaknya luar biasa. Mungkin sebagian dari kita tidak tahu, bahwa sikap dan ucapan kita (orang tua/guru) kepada anak sangat berpengaruh pada pembentukan konsep diri mereka.

Kenapa anak-anak cenderung melawan dan sulit diatur, misalnya, jangan-jangan mereka hanya sekadar mewujudkan "dikte" atau "talqin" orang tua atau gurunya. Selama ini, kesan apa yang lebih banyak kita tanamkan dalam benak anak tentang diri mereka? Anak nakal? Bengal? Sulit diatur? 

Sesekali, mari kita coba mengambil jarak dan melihat kembali: bagaimana cara pandang dan sikap kita pada anak selama ini. Lebih banyak merespon perilaku baiknya atau negatifnya? Lebih dominan membangun atau mendakwa mereka...?

Sesekali, mari kita lihat lebih ke belakang saat mendapati anak melakukan perbuatan yang tak sesuai harapan. Apa sebabnya? Apa pemicunya? Jangan-jangan, orang tua / guru punya andil juga di sana. Lewat cara pandang, sikap, dan tutur kata yang mempengaruhi cara anak menilai dirinya.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations