Bagi seorang ibu, kenangan ternyata bisa menjadi salah satu sebab munculnya rasa bahagia. Kadang, sebuah kenangan muncul dipicu oleh perbuatan yang sangat biasa.

Suatu ketika, Ibu pernah mengungkapkan rasa bahagianya lewat kata-kata. Sebabnya sederhana. Ketika Ibu membangunkan kami, anak-anaknya, saat subuh tiba. Rupanya, itu membangkitkan kenangan beliau pada masa ketika kami masih bocah semua. Saat masih tinggal bersama. Ketika setiap pagi selalu membangunkan anak-anaknya.

Ternyata, di usia senja, kenangan yang sederhana seperti itu bisa menjelma bagai mutiara. Apalagi, ketika ibu sedang dalam suasana duka. Benar-benar menjadi pelipur lara.

Bagi seorang ibu, pemicu kebahagiaan bisa jadi sangat bersahaja. Sekadar bisa berkumpul lagi dengan anak-anaknya, itu sudah luar biasa. Rasa itu nampak dari cara beliau menumpahkan perhatiannya. Sekalipun uban sudah menghiasi kepala kita, tapi di mata ibu, kita ini tetaplah anak-anak yang butuh belai kasih sayangnya.

Karena itu, memberi kesempatan bagi seorang ibu untuk bisa mengulang lagi kenangan bahagianya, in syaa Allah, adalah bakti yang mulia. Jika masih ada kesempatan itu, ambillah dengan gembira. Sempatkan pulang sejenak menjumpainya. Jangan kelak menjadi sesal ketika kesempatan itu tertutup untuk selamanya.

Baarakallahu fiihaa. Semoga Allah limpahkan barakah pada ibu kita.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations