Oleh: Kamila Khairani

Di jalan sempit itu
Untuk yang terakhir kalinya
Bahkan aku tak sanggup mengingat
Pun begitu pula dengan memoriku

Namun ia telah menjadi saksi

Kadang aku berjalan di depan

Tapi kadang engkau yang lebih dulu

Tanpa pernah melangkah seiringan


Diam tanpa kata

Hanya suara sepatu

Yang kadang kala terdengar

Bila sesekali tertendang kerikil


Jalan kecil itu pula yang telah ingatkan

Bahwa bersama bukan berarti  dekat

Hanya karena sebuah ikatan yang terjalin

Hingga memaksa berjalan berbarengan 


Begitupun tembok-tembok itu

Seakan ikut menyindir menertawakan 

Akan kekakuan sikap yang kau hadirkan

Dan kebisuan bibir yang teramat kaku


Terkadang aku malu,

Namun bersuara pun sudah tak berarti 

Apa yang bisa ku lakukan? 

Pada sikap yang terus saja membatu


Ulah aku yang tak pandai 

Tuk cairkan suasana hati 

Atau engkau yang selalu meragu 

Hingga tak lagi memberi celah 

YOUR REACTION?

Facebook Conversations