Sebagian orang tua mendambakan anak mereka gemar membaca. Mereka belikan anaknya buku dan berharap anak-anak itu menikmatinya. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka mengeluh, karena anak-anaknya ternyata kurang tertarik pada buku.

Bisa jadi si anak memang tidak tertarik membaca. Bisa jadi juga, orang tua tak cukup upayanya untuk membuat anak tertarik membaca. 

Membelikan anak banyak buku, bahkan membangun perpustakaan di rumah, itu bagus sebagai stimulus bagi anak. Minimal, mata mereka terbiasa melihat buku di rumahnya. Tapi, untuk sampai membuat anak tertarik membaca, itu perlu upaya yang lain. 

Di antara upaya itu adalah membacakan buku pada mereka. Ini jika kita ingin anak-anak akrab dengan buku sejak belia.

Ada cukup banyak tips dan trik cara membacakan buku pada anak. Silakan googling. Satu tips yang saya pegang dan amalkan adalah dengan cara membuat anak terlibat dalam proses membaca itu. Misal, dengan memasukkan dia ke dalam salah satu karakter tokoh di buku. Atau melibatkan emosinya melalui gaya baca ekspresif, bahkan slapstick. Ini efektif untuk menarik minat anak kecil. Pada tahap awal, fokus kita adalah menumbuhkan minat dan rasa asyik anak kepada buku.

Ketika mereka sudah kian menikmati dibacakan buku, bahkan sudah ketagihan, mulai kita kenalkan dengan buku-buku yang mengandung pelajaran hubungan antara sebab dan akibat untuk mulai mengasah nalar. Nah, buku saya yang berjudul ASSALAMU'ALAIKUM UMMU MAKTUM ini termasuk buku yang mulai mengajak anak mengenali logika sebab akibat. Untuk anak usia berapa? Tergantung.

Saya termasuk yang tidak percaya pakem karakteristik anak berdasarkan level usia. Sebab, realitanya, sering kita jumpai dua anak meskipun sama-sama usia 6 tahun, tapi kemampuan nalarnya berbeda. Menurut saya, itu tergantung bagaimana orang tua mendidiknya.

Jadi, meskipun misalnya anak itu baru berumur 4 tahun, tapi jika sedari kecil sudah sering terstimulasi nalarnya, mungkin dia tak akan kesulitan menikmati buku ini. Lagipula, ini juga tergantung bagaimana cara kita membacakannya kepada anak. 

Untuk tujuan itulah, antara lain, saya tulis postingan ini. Semoga bermanfaat.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations