Oleh: Anita Sya’ban
Lingkar Studi Muslimah Bali

Telah tercatat dalam kurun lima tahun terakhir, pada pertengahan bulan suci Ramadhan. Tentara Israel mempertontonkan kekejian mereka, tanpa rasa malu. Mereka bahkan masuk kedalam masjid tempat kaum muslimin beribadah lantas menyerang bahkan menembaki mereka yang tengah khusyuk beribadah.

Tidak lagi kita bicarakan jumlah korban yang jatuh dari rakyat Palestina. Tanpa pandang bulu mereka habisi semua, mulai dari bayi, anak-anak sampai manula baik pria maupun wanita. Semua menjadi sasaran kekejian tentara Israel. 

Rakyat Palestina berjuang sendiri tanpa satupun pembelaan nyata dari para pemimpin dunia, baik dunia islam ataupun bukan. Hanya sebatas kecaman dan kutukan. Bantuan yang adapun berupa material sifatnya. Alih-alih dikirimkan para tentara yang membantu perjuangan mereka, bahkan terkadang relawan mancanegara juga dilarang untuk memasuki kawasan konflik oleh Israel. 

Sudah barang tentu sangat besar hutang kita pada rakyat Palestina. Mereka terus berjuang demi mempertahankan tanah kaum muslimin dan menjaga kiblat pertamanya yaitu Al Aqsha dengan apapun yang mereka miliki. 

Menyedihkannya lagi pada beberapa hari yang lalu, seorang wanita Palestina ditembak mati pasukan Israel di Tepi Barat karena dia tampak mencurigakan (Repulika.co.id, 11/04/2022). Demikian brutalnya penjajah Israel menembakinya, padahal beliau seorang ibu dari  enam orang anak yang kini telah menjadi yatim piatu. Sungguh kebiadaban yang nyata.

Bagi kita muslimah yang mendengar peristiwa tersebut terindra rasa sakit, terluka, marah dan sedih. Karena tidak ada kemampuan kita untuk menolong saudari-saudari kita. Dimana tiada lagi pelindung pembela mereka semua, karena junnah itu telah lama tiada. Entah sampai kapan hal tersebut akan terus terjadi. 

Sebagai muslimah adakah yang dapat kita lakukan untuk menolong mereka?. Tentu saja ada. Persiapkanlah diri kalian wahai muslimah, pelajarilah islam dengan sebaik-baiknya agar terserikan dalam sikap kehidupan. Bekal ilmu mengajari generasi mendatang. 

Wanita adalah seorang ibu yang dapat melahirkan generasi emas, para mujahid  pejuang agama Allah. Seorang ibu adalah madrasatul ula bagi anak- anaknya. Yang dapat dia didik agar memiliki tsaqofah islam yang kuat sehingga dapat menyelamatkan saudara-saudaranya kaum muslimin Palestina dan mengembalikan kehormatan Al Aqsha. 

Wallahu’alam bishowab

YOUR REACTION?

Facebook Conversations