Di tengah merebaknya wabah virus corona, seorang Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi diketahui terinfeksi oleh virus tersebut.
visiland

Hal itu pertama kali diketahui setelah ia kepergok bermandikan keringat saat melakukan konferensi pers. Padahal pria berkacamata itu sedang melakukan tugas untuk memerangi penyebaran virus asal Wuhan, Cina. Dalam sebuah unggahan video, Iraj Harirchi membenarkan bahwa dirinya terinfeksi virus corona, dan saat ini tengah menjalani isolasi di kediamannya.

Dilansir dari Sky News, Rabu (26/2/2020) kemarin waktu setempat, dia berjanji bahwa Pemerintah Iran akan berjuang mengatasi dan mengendalikan Covid-19. Tak hanya Harirchi, seorang anggota parlemen asal Teheran, Mahmoud Sadeghi, juga dilaporkan terjangkit virus corona.

Saat ini Kamis (27/02/2020), Iran mencatat sekitar 22 orang telah meninggal karena virus corona dan 141 orang telah terinfeksi virus tersebut. Akibat jumlah tersebut membuat Iran menjadi negara dengan jumlah kematian tertinggi di luar Cina, yaitu negara di mana virus tersebut berasal dan berkembang.

BACA JUGA:

Sementara waktu, Pemerintah Iran meminta warganya untuk tetap berada di rumah, menutup universitas serta sekolah dan perhelatan konser ataupun laga sepak bola dibatalkan. Dalam pidatonya, Presiden Hassan Rouhani mencoba untuk meyakinkan publik bahwa mereka akan memerangi dan mengalahkan Covid-19.

Uni Emirat Arab dan beberapa negara di Timur Tengah telah menutup perbatasan mereka dan menangguhkan penerbangan ke Iran. Negara Turki, Armenia, Pakistan, dan Afghanistan telah menutup perbatasan mereka dengan Iran. Sedangkan Irak memblokir perjalanan ke dan dari Iran.

Adapun Dr. Anne Schuchat, pejabat Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengatakan, tidak diragukan lagi bahwa virus ini telah mewabah. "Saat ini, pertanyaan yang muncul adalah kapan dan berapa orang yang bakal terinfeksi oleh virus tersebut," terang Schuchat.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations