Trump enggan menjawab lebih rinci. "Saya tidak bisa memberitahu Anda tentang ini. Saya tidak diizinkan memberi tahu kepada Anda (wartawan) soal ini," katanya lagi.

Presiden AS, Donald Trump mengklaim punya bukti yang menghubungkan COVID-19 dengan sebuah laboratorium di Kota Wuhan, Cina.

Dalam konferensi pers yang dilakukan Kamis (30/4/2020), Trump menyebutkan, dirinya melihat sesuatu yang membuatnya sangat percaya bahwa Institut Virologi Wuhan adalah lokasi munculnya wabah. "Ya, ya saya lihat," tegasnya dikutip dari AFP.

Sayangnya, Trump enggan menjawab lebih rinci. "Saya tidak bisa memberitahu Anda tentang ini. Saya tidak diizinkan memberi tahu kepada Anda (wartawan) soal ini," katanya lagi.

Sebelumnya, AS meminta Cina membuka akses untuk mengetahui asal usul kasus. Bahkan Trump sempat mengatakan akan menuntut ganti rugi atas penyebaran pandemi kepada pemerintah negeri tirai bambu tersebut, meski tak menyebut nilai pastinya.

Australia juga sebelumnya menyuarakan yang sama dengan AS. Ini membuat hubungan negeri kanguru dan Cina menegang beberapa waktu terakhir. Akibatnya, Cina bahkan mengancam mungkin akan ada "boikot" pada produk Australia. Saat ini, Cina menjadi mitra dagang kesembilan Australia, untuk sejumlah komoditas seperti wol dan mineral.

Cina juga berulang kali membantah tudingan virus corona berasal dari laboratorium Wuhan. Presiden Cina Xi Jinping sendiri sudah meminta pemerintah global untuk fokus pada penanganan virus secara bersama-sama.

Menurut data Worldometers pada Ahad (3/5/2020) pukul 6:30 WIB, sudah ada 3.479.521 kasus terjangkit, 244.581 kematian, dan 1.108.023 pasien berhasil sembuh secara global.

Awalnya, Cina Daratan merupakan episentrum awal penularan yang memiliki kasus terjangkit paling tinggi di dunia. Namun posisi tersebut direbut oleh Amerika Serikat dengan 1.159.430 kasus positif, 67.391 kasus kematian, dan 160.668 kasus berhasil sembuh.

Cina Daratan sendiri turun menduduki posisi ke-11 dengan 82.875 kasus positif. Sedangkan tidak ada penambahan kasus kematian, masih bertahan 4.633 kasus, dengan 77.685 kasus berhasil sembuh.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations