Oleh : Neti Anggriani

Sudah menjadi rahasi umum, kondisi dunia pada masa pandemi covid-19 termasuk di negeri ini menimbulkan berbagai macam problematika, mulai dari krisis kesehatan dan juga mengakibatkan krisis ekonomi yang berkepanjangan. Perekonomian dunia sudah mengalami penurunan yang drastis karena menghadapi bencana covid-19 yang masih melanda.

Sebagaimana dilansir dari kompas.com. Badan Pusat Statistik (BPS), rabu (5/8/2020) mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II-2020 minus 5,32% dibandingkan triwulan II-2019, dan triwulan I-2020 angkanya minus  4,19%. 

Menurunnya perekonomian dunia saat ini membawa dampak yang lebih besar lagi. Menko Perekonomian pernah mengungkapkan proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 minus 3,4%. Pertumbuhan negatif tersebut disebabkan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang menghambat berbagai kegiatan ekonomi (detik.com).

Resesi yang melanda negara mengakibatkan meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan. Masyarakat yang selama pandemi kemudian diberlakukan PSBB oleh pemerintah membuat rakyat mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan keluarga mereka, kemudian turunnya daya beli masyarakat, serta masalah dalam dunia  perdagangan internasional yang turut menjadi bencana bagi dunia saat ini.

Akibatnya rakyat harus berjuang mati-matian demi mendapatkan sesuap nasi, dan tidak jarang pula kita melihat beberapa orang yang bahkan mencuri milik orang lain, menipu satu-sama lain demi berjuang untuk hidup. 

Inilah kondisi rakyat saat ini, namun di tengah rakyat yang harus berjuang untuk hidup, pemerintah menetapkan berbagai kebijakan yang tidak memberi pengaruh dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 karena kebijakan tersebut tidak menunjukan keberhasilan. Penyebaran covid-19 dari hari ke hari terus meningkat dan belum menunjukan kurva penurunan sebaran virus. Bahkan ada beberapa daerah yang diberlakukan kembali peraturan secara ketat karena melihat korban terus berjatuhan.  

Dari sini kita mengamati abainya negara terhadap kondisi yang menimpa rakyat saat ini sekaligus menyadarkan kita akan kegagalan sistem kapitalisme sebagai sistem yang diterapkan negara saat ini. Sistem kapitalisme tidak mampu mengatasi resesi ekonomi yang sudah terjadi secara mendunia. Sistem kapitalisme hari ini tidak bisa  menjamin  kesejahteraan bagi masyarakat di tengah masalah kehidupan yang menjerat.

Bahkan sekali pun dengan kebijakan new normal yang diterapkan saat ini belum terlihat pengaruhnya dalam mengorganisir roda ekonomi di era ini. Selain itu, situasi dalam dunia perdagangan internasional tidak kunjung menunjukan kurva  peningkatan. Kegiatan produksi juga tidak bisa digenjot karena ancaman wabah yang terus meluas dan tidak bisa diprediksi akan diurai dari area mana.

Dibutuhkan sistem yang bisa menjamin kesejahteraan bagi masyarakat baik dalam kondisi wabah maupun tidak. Sistem yang bersumber dari Pencipta alam semesta yaitu Allah SWT.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS. Al - Maidah ayat 48 yang artinya, 

"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu".

Wallahu a'lam bisshawwab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations