Oleh: Listyo Rukiyatiningsih
Guru

Israel Kembali berulah, Jumat 15 April 2022 pasukan Israel Kembali menyerang warga Palestina yang akan menunaikan sholat Subuh (Tribunnews.com 15 april 2022). Polisi komplek Masjidil Aqsha memasuki masjid tanpa melepas sepatu dan menyerang warga dengan menggunakan granat pentungan dan gas air mata.

Kejadian ini berawal Ketika pasukan Israel memaksa masuk ke Masjid sebelum sholat Subuh dengan alasan untuk memindahkan batu batu yang katanya telah dikumpulkan, maka bentrokanpun terjadi. Dalam penyerangan ini diperkirakan 152 orang tewas.

Penyerangan pasukan Israel saat kaum Muslimin sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan seakan telah menjadi rutinitas. Serangan yang sama juga terjadi pada tanggal 28 Ramadhan 1422 atau 10 Mei 2021. Serangan ini berlanjut dengan perang 11 hari dengan militant Hamas di jalur Gaza. Serangan ini mengakibatkan kerusakan yang luas di Jalur Gaza dan korban yang mencapai hampir 1720 orang luka 230 meninggal.

Hal sama yang juga terjadi di tahun 2020. Dilansir Arabi21 melalui Alaraby, 23 Mei 2020, pasukan Israel di Yerussalem menyerang sejumlah warga Palestina yang melakukan shalat Tarawih dan Isya di Bab Al-Asbat (Gerbang Singa) pada 22 Mei 2020. Sejumlah orang ditangkap sementara penyebab bentrok belum jelas.

Pada tahun 2019 Israel menggempur Gaza dengan serangan udara dan penembakan pada 5 Mei 2019. sedikitnya 20 warga Palestina meninggal dunia, termasuk 2 wanita hamil, 2 bayi, dan komandan Hamas Hamed Ahmed Al-Khodary. Kondisi yang sama juga terjadi ditahun tahun sebelumnya.

lalu sampai kapan kondisi ini akan terus berulang? Sementara dunia hanya mampu mengecam dan memberikan bantuan tanpa ada harapan untuk menghentikan. serangan. Israel seakan tidak pernah puas dengan penderitaan warga Palestina. Mereka hanya akan berhenti menyerang Ketika mereka terdesak dengan serangan balasan dengan senjata seadanya dari warga Palestina dan Hamas. Kemudian  meminta gencatansenjata dan berunding, tapi tidak lama kemudian mereka datang dengan serangan yang sama bahkan dengan senjata yang lebih canggih dai tahun sebelumnya. Lalu sampai kapan kita diam dan membiarkan saudara kita di Palestina terus bertarung dengan Nestapa. Padahal Ketika negeri ini meproklamirkan kemerdekaanya tahun 1945, dukungan pertama datang dari Palestina. Pada September 1944 Mufti Besar Palestina Syekh Muhammad Amin Al-Husaini mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia sebelum negara Arab yang lain. Maka tidaklah patutu jikadiam dan memiarkan trgedi berdarah ini terus berlanjut terlebih jika mengingat bahwa sesame Muslim adalah ibarat satu tubuh yang akan berteriak dan ikut melawan jika ada bagian tubuh yang lain yang tersakiti, Lalu  apa yang seharusnya kita lakukan untuk mengatasi masalah Palestina. ?

Sebab utama penderitaan warga Palestina adalah adanya serangan dari Israel yang ingin menguasai dan mengusir penduduk Palestina dari negeri mereka. Israel awalnya adalah bangsa yang berdiaspora keseluruh penjuru dunia. Tapi karena makar yang dilakukan oleh Inggris dan sekutu pada akhirnya mereka dibei tempat diwilayah Palestina. Tapi ternyata mereka tidak puas jika hanya menguasai beberapa wilayah diPalestina dan berharap berkuasa penuh atas negeri Palestina dan hendak mengusir penduduk muslim yang sebelum sduah berdiam disana. Maka sejak berdiriya negara Israel tahun 1948 hingga hari ini pertikaian ini terus berlangsung.

Maka jika masalahnya adalah adanya pihak asing yang hendak berkuasa sebuah wilayah. Maka Bantuan utama yang dibutuhkan masyarakat Palestina adalah datangnya pasukan untuk menyelamatkan mereka. Karena seperti halnya rumah yang sedang diduduki kawanan penjahat maka kedatangan bantuan poliisi atau militer adalah sesuatu yang dinanti. Dan hingga hari ini belum ada satu negeri muslim pun yang mengerahkan pasukanya untuk membebaskan Palestina. Walupun dari negeri negeri arab yang ada disekitarnya. Pertanyaan berikutnya yang muncul mengapa tidak ada penguasa penguasa negeri Muslim yang tergerak untuk membantu Palestina?

Hal tersebut terjadi karena sebgaian besar penguasa di negeri negeri Muslim tunduk pada Barat, dan semua negeri negeri kaum Muslimin berada dalam sekat Nasionalisme yang telah ditancapkan oleh negara Barat. Maka tidak heran jika muncul pernyataan untuk ap akita berangkat berjihad ke Palestina bukankah hal itu adalah masalah dalam negeri warga Palestina. Tidak seharusnya kita ikut campur pada urusan dalam negeri negara lain. Dan beragam pernyataan senada yang berujung pada masalah sekat sekat nasionalisme.

Maka jika kita menginginkan berakhirnya masalah Palestina maka persatuan kaum Muslimin adalah hal yang mutlak untuk dibutuhkan. Dan untuk mewujudkan persatuan ini mutlah dibutuhkan kepemimpinan yang satu bagi seluruh kaum Muslimin di dunia. Dan untuk mewujudkan kepemimpinan maka harus ada sebuah institusi yang menerapkan syariah islam. Sebagaimana saat dulu Ketika kaum Muslimin masih memiliki kepemimpinan yang menyatukan seluruh kaum Muslimin didunia. Institusi inilah yang dikenal dengan sebut KHilafah. Jadi solusi efektif untuk menyelesaikan masalah Palestina adalah dengan mengembalikan keberadaan institusi ini. Karena hanya khilafah lah yang berhak untuk menyerukan jihad. Dan hanya dengan adanya khilafahlah sekat sekat nasionalisme yang dulu tidak pernaha akan hilang. Dengan demikian pelindung kaum Muslimin akan hadir dan penderitaan kaum Muslimin diberabgai belahan dunia akan teratasi.

Wallahua’lambishshowab

YOUR REACTION?

Facebook Conversations