Vietnam merupakan salah satu negara yang menerapkan kebijakan lockdown nasional pada awal 01 April lalu. Kini, Vietnam telah berhasil melewati masa sulit tersebut dan mulai melonggarkan kebijakan social distancing dan pshycal distancing guna menekan penyebaran virus corona (COVID-19).
Foto: vietnamtime.com

Keputusan tersebut diambil setelah tak ada penambahan kasus baru virus corona di Vietnam selama enam hari berturut-turut, bahkan tidak ada kasus meninggal. Untuk diketahui, Vietnam menjadi salah satu negara yang paling tanggap dan berani mengambil tindakan dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini. 

Negara dengan penduduk sekitar 95 juta orang ini sama sekali tidak pernah meremehkan virus corona serta mendeklarasikan perlawanan terhadap COVID-19 sejak Januari lalu meski kasusnya saat itu masih terjadi di Wuhan, Cina. Vietnam juga menjadi negara pertama yang langsung melarang penerbangan dari dan ke Cina. 

Sementara itu, Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc menyebutkan bahwa langkah tersebut dilakukan sebab COVID-19 bisa masuk ke negaranya hanya dalam waktu singkat. Selain itu, Pemerintah Vietnam juga aktif melacak penyebaran virus corona secara masif meski tak memiliki banyak anggaran dan sistem kesehatan masyarakat yang kuat. 

Melansir dari dari Bangkok Post pada Ahad (26/04/2020), hingga pertengahan pekan ini Vietnam telah melakukan lebih dari 180 ribu uji corona, meski kasus positif yang ditemukan hanya berkisar di angka dua ratusan. Wali Kota Ho Chi Minh Nguyen Thanh Phong pernah mengatakan hanya memiliki 900 tempat perawatan intensif bagi kota yang berpenduduk 8 juta orang. Hal inilah yang mendasari keputusan Pemerintah Vietnam untuk menerapkan kebijakan karantina lokal secara ketat.

BACA JUGA:

Pada 12 Februari lalu, Vietnam juga menerapkan karantina secara ketat pada satu desa yang berpenduduk 10 ribu orang. Padahal pada saat itu Vietnam melaporkan baru terdapat 10 kasus COVID-19. Tak hanya itu, Vietnam langsung mendata warganya yang berpotensi kontak langsung dengan virus corona. 

Pemerintah juga mendata orang-orang di lingkar dua, tiga, dan empat yang memiliki kontak dengan kasus. Mereka kemudian mendapat pengawasan ketat dari pemerintah. Vietnam termasuk salah satu negara yang menerapkan sistem karantina 14 hari bagi orang-orang yang baru melakukan perjalanan dari kawasan yang berisiko tinggi COVID-19. Sekolah dan universitas juga telah ditutup sejak awal Februari lalu.

Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Pasifik, Takeshi Kasai menyebut keberhasilan Vietnam dalam meyakinkan masyarakat untuk bekerja sama adalah kunci utama dalam memerangi COVID-19. Keberhasilan Vietnam juga disebabkan peran aktif masyarakatnya yang taat akan aturan. Misalnya jalanan di Hanoi yang biasanya dipenuhi turis dan pedagang kaki lima pun terlihat nyaris sepi selama pemberlakukan lockdown.

Sedangkan, sekitar 3.000 bisnis telah tutup sejak akhir Januari dan awal Februari 2020. Jaringan perusahaan besar seperti Vin Group juga telah menutup banyak resort dan hotel meski harus membuat sebagian karyawannya kehilangan pekerjaan.

Berdasarkan data Johns Hopkins pada Sabtu (25/04/2020), Vietnam melaporkan adanya 270 kasus positif Corona, 224 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan nol kasus kematian. Itu artinya sebanyak 46 orang masih dalam perawatan.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations