Setelah terlibat bentrok di perbatasan Himalaya tiga pekan lalu, tepatnya pada Senin pada (15/6) malam antara tentara China dan India yang mengakibatkan puluhan tentara yang tewas berdampak semakin memanasnya hubungan diplomatis kedua negara.

 Minggu lalu India telah mengerahkan sistem pertahanan rudal darat ke udara canggih bernama Akash ke perbatasan di utara Ladakh, kawasan Himalaya. Kawasan dimana merupakan tempat bentrokan antara militer India-China terjadi. Pengerahan alat utama sistem pertahanan itu dilakukan India menyusul manuver China yang terus meningkatkan aktivitas pesawat tempur dan helikopter militernya di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC), perbatasan de facto kedua negara di wilayah Ladakh yang menjadi rebutan kedua negara. Beberapa hari lalu, Perdana Menteri India, Narendra Modi yang turut didampingi Panglima Militer dan Kepala Staf Angkatan Darat India melakukan kunjungan dadakan ke wilayah perbatasan negaranya di dekat Himalaya yang menjadi rebutan pada hari Jumat (3/7). 

Meski China dan India disinyalir sepakat mengambil jalur diplomatik untuk menyelesaikan pertikaian di perbatasan, anehnya kedua negara terus memperkuat angkatan bersenjata masing-masing di perbatasan termasuk mengerahkan sejumlah sistem alat utama sistem pertahanan (alutsista) ke wilayah. Bahkan tak hanya dari segi militer, bentrokan kedua negara di perbatasan juga turut memperluas sentimen anti-China di India. Sekelompok warga India membakar patung Presiden Xi Jinping dan bendera China secara terang-terangan. India pun bahkan memutuskan memblokir 59 aplikasi teknologi buatan China termasuk TikTok dan platform pesan instan WeChat yang populer dengan alasan privasi dan keamanan nasional. (Kang Auf)

YOUR REACTION?

Facebook Conversations