Di tengah masih banyaknya jumlah pengangguran atau pencari kerja di Tanah Air, isu membanjirnya tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia tentu sangat memprihatinkan. Ternyata, jika kita melihat data angka pengangguran di Indonesia pada Februari 2020 saja mencapai 6,88 juta orang atau naik 60.000 orang (BPS, 05/05/20).

Oleh: Fajar Fitriah Achmad, S.Pd (Pemerhati Masalah Sosial)

Di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir, himpitan ekonomi yang makin menyulitkan  rakyat, belum lagi dengan penghasilan yang minim bahkan sama sekali tidak dapat penghasilan akibat PHK. Rencana kedatangan 500 TKA China ke Indonesia tentu sangat memprihatinkan dan meresahkan masyarakat.

Dilansir dari CNN Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengizinkan 500 orang tenaga kerja asing (TKA) asal China masuk ke wilayahnya untuk bekerja di perusahaan industri, Morosi, Kabupaten Konawe. Pemprov Sultra bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebelumnya sepakat menunda sementara kedatangan TKA karena pandemi Covid-19.

Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan, pihaknya saat itu hanya meminta penundaan sementara kedatangan ratusan TKA China karena bertepatan dengan bulan Ramadan. Sekarang ketika Ramadan sudah selesai, mereka diizinkan menginjakkan kaki di Sultra (15/06/20).

Ratusan TKA China itu datang untuk bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI), sebuah perusahaan modal asing (PMA) yang perizinannya diterbitkan pemerintah pusat. 

TKA Datang, Masyarakat Resah

Di tengah masih banyaknya jumlah pengangguran atau pencari kerja di Tanah Air, isu membanjirnya tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia tentu sangat memprihatinkan. Ternyata, jika kita melihat  data angka pengangguran di Indonesia pada Februari 2020 saja mencapai 6,88 juta orang atau naik 60.000 orang (BPS, 05/05/20). Data ini belum termasuk para pekerja di sektor informal yang secara ekonomi sangat rentan terjerumus menjadi miskin baru yang papa. Sedangkan Sulawesi Tenggara yang menjadi tempat rencana kedatangan TKA, memiliki angka pengangguran sebanyak 75.485 orang per Agustus 2019 (Sindonews.com, 06/11/19). Ini adalah data sebelum wabah Covid-19 melanda, bisa dibayangkan jumlahnya akan terus bertambah pada masa pandemi ini.

Pada tanggal 26 Maret 2018 Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Perpres ini mempermudah TKA masuk ke Indonesia dengan tujuan meningkatkan investasi dan perbaikan ekonomi nasional. Kemudahan yang diterima TKA diantaranya adalah Rencana  Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), Izin Menggunakan Tenaga Asing (IMTA) dan Vitas (Visa Tinggal Terbatas).

Adanya kemudahan ini, bisa diprediksi betapa semakin derasnya TKA masuk. Belum ada kebijakan ini saja, masuknya TKA sudah meresahkan rakyat terutama bagi para pencari kerja, apalagi pada saat pandemi sekarang. 

Langkah tersebut sebenarnya menunjukkan prioritas pemerintah yang lebih besar terhadap sektor perekonomian dibandingkan kesehatan rakyatnya selama pandemi ini. 



YOUR REACTION?

Facebook Conversations