New Normal adalah kondisi dimana saat ini banyak negara yang terjangkit Virus Covid19 kembali beraktivitas seperti biasa, namun dengan habits yang baru. Kondisi ini masih menjadi sesuatu yang diperdebatkan, karena cenderung dipaksakan dengan dalih untuk kembali meningkatkan roda perekonomian suatu negeri.

Tidak sedikit juga jumlah negara yang belum terjadi penurunan korban covid yang signifikan akhirnya tetap melakukan ujicoba model kehidupan baru yang disebut dengan new normal. 

Salah satu yang melakukan itu adalah Israel. Israel yang termasuk negara yang minim kasus covid19 pun kini mulai banyak menutup tempat umum yang semakin berpotensi menambah jumlah korban. Per 7 Juli 2020, Pemerintah Israel resmi memutuskan untuk menutup sebagian besar tempat hiburan klub, bar, pertunjukan budaya, dan gym untuk kebugaran karena jumlah kasus wabah virus corona terus meningkat tajam.

Keputusan ini diambil dalam rapat kabinet pada 6 Juli 2020, yang memutuskan secepatnya menutup tempat-tempat yang ramai dikunjungi warga. Kementerian Kesehatan pada larut malam kemarin pun akhirnya merekomendasikan penutupan sinagog. Akan tetapi kabinet menerima usulan Menteri Dalam Negeri, Arye Deri agar sinagog tidak ditutup sepenuhnya, melainkan dibatasi jumlah orang yang masuk ke dalam rumah ibadah orang-orang Yahudi tersebut. Dalam keputusan yang diambil saat Injury Time tersebut, kabinet sepakat membolehkan maksimal 19 orang yang berada dalam sinagog. 

"Kami diharuskan untuk mengatasi wabah virus corona di lapangan. Hari ini, ada sekitar 90 pasien menderita sakit parah dan jumlahnya bertambah dua kali lipat setiap hari. Jika kita tidak bertindak sekarang, kita akan memiliki ratusan dan mungkin ribuan pasien serius di pekan-pekan mendatang. Itu alasan kita membutuhkan mengambil langkah segera," pendapat Netanyahu.

Hingga hari Senin pagi, 6 Juli 2020 tercatat 11,856 kasus aktif di Israel, termasuk 90 dalam kondisi serius yang terjadi pada tanggal 5 Juli 2020. Total jumlah orang terkena wabah virus corona di Israel sebanyak 30,162 orang. Sebanyak 332 orang meninggal.

Sementara, berdasarkan laporan The Jerusalem Post, Kementerian Kesehatan terlebih dahulu memajukan serangkaian rekomendasi. Dan jika tidak ada keputusan dibuat secepatnya, maka pekan depan rapat kabinet akan membahas tentang sistem lockdown untuk keseluruhan wilayah Israel. (Kang Auf)

YOUR REACTION?

Facebook Conversations