Iran telah mengumumkan akan memulai penyuntikan gas uranium ke sentrifugal di fasilitas nuklir Fordow, Rabu (6/11/2019). Keputusan itu pun mendapat kencaman keras dari Amerika Serikat (AS). AS menyebut keputusan Iran merupakan langkah besar yang salah. AS menganggap Iran tidak dapat dipercaya dan tidak ada alasan untuk memperluas program pengayaan uraniumnya.
Gambar: bbc

"Kami sepenuhnya mendukung IAEA dalam melakukan peran verifikasi independennya di Iran dan meminta IAEA melaporkan perkembangan apa pun," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Morgan Ortagus merujuk pada Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Selasa (5/11/2019).

Ortagus menyatakan, Washington akan melanjutkan kebijakan tekanan ekonomi terhadap Iran sampai negara tersebut mengubah keputusan yang telah dibuatnya. Trump pun sempat menyinggung, kesepakatan nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) di bawah pendahulunya Barack Obama tidak cukup jauh dalam mengekang program nuklir dan rudal Iran.

Selain itu, sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres meminta semua pihak mematuhi sepenuhnya komitmen berdasarkan fakta tersebut. Langkah-langkah ini akan semakin memperumit peluang menyelamatkan perjanjian. Rusia, dan Uni Eropa telah meminta Iran supaya menghormati.

BACA JUGA:

Ahli nuklir dari Brookings Institution dan mantan pejabat Departemen Luar Negeri Bob Einhorn mengatakan, langkah itu bukan peningkatan besar dalam kegiatan Iran. "Ada beberapa hal yang mungkin telah mereka lakukan untuk menjadi lebih provokatif, termasuk (untuk) meningkatkan tingkat pengayaan katakan menjadi 20 persen atau untuk berhenti bekerja sama dengan IAEA," ujarnya.

Kepala nuklir Iran Ali Akbar Salehi mengatakan, Iran akan memperkaya uranium hingga 5% di Fordow pada Rabu (06/11/2019). Teheran juga bisa memperkaya uranium ke level 20% jika diperlukan. "Tetapi saat ini tidak perlu untuk itu," ujarnya.

Kesepakatan JCPOA membatasi tingkat kemurnian uranium, Iran sebelumnya hanya dapat memperkaya uranium sebesar 3,67% sesuai yang telah ditentukan. Jumlah tersebut cocok untuk pembangkit listrik sipil dan jauh di bawah ambang batas kadar senjata nuklir 90%.

Inspektur nuklir AS melaporkan pada Juli Iran telah meningkatkan pengayaan hingga 4,5% sebagai langkah pertama untuk mengurangi komitmen nuklirnya. Namun, Iran menyangkal sedang mengembangkan bom nuklir hingga sekarang.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations