Trump memang menjadikan penanganan yang buruk Cina atas penanganan wabah corona sebagai pusat kampanye pemilihan presiden AS yang akan dilakukan November mendatang.
pikiran rakyat

Donald Trump dikabarkan telah mengirimkan mata-mata ke Cina yang ditugaskan untuk mencari tahu asal mula virus corona SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab pandemi Covid-19.

Informasi diungkap dari berbagai pemberitaan media di AS seperti dikutip AFP. Trump memang menjadikan penanganan yang buruk Cina atas penanganan wabah corona sebagai pusat kampanye pemilihan presiden AS yang akan dilakukan November mendatang.

Trump terus melakukan kritik atas manajemen penanganan wabah Covid-19 yang pertama muncul di kota Wuhan, Cina. Pekan lalu, Trump mengklaim memiliki bukti kalau virus itu berasal dari laboratorium virologi di Wuhan alih-alih bermula dari pasar hewan seperti yang selama ini diberitakan.

Sebelumnya, para ilmuwan percaya kemungkinan kalau virus ini pindah dari hewan ke manusia dari pasar hewan eksotis di Wuhan. Pasar hewan ini dikenal menjual berbagai hewan unik mulai dari kelelawar hingga trenggiling untuk dikonsumsi.

Belakangan, para peneliti pun mengutarakan kemungkinan kelelawar hingga trenggiling menjadi hewan perantara penyebaran virus itu ke manusia.

Trump pada Kamis (4/5) pekan lalu menyebut telah melihat bukti keterlibatan Institut Virologi Wuhan. Namun, ia tak memberikan rincian lebih lanjut soal pernyataannya itu. Pernyataan Trump ini menimbulkan spekulasi soal keberadaan laboratorium rahasia.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga mengutarakan hal serupa. Ia menyebut kalau ada bukti signifikan dalam jumlah besar bahwa virus itu berasal dari laboratorium di Wuhan.

"Saya kira seluruh dunia sekarang bisa melihat, ingat, Cina memiliki sejarah menginfeksi dunia dan menjalankan laboratorium di bawah standar."

Menanggapi tuduhan ini, Institut Virologi Wuhan menampik. Mereka menyebut hal itu sebagai sebuah kemustahilan.

 Sebelumnya, Pompeo menyebut usaha Cina untuk berusaha meredam pemberitaan tentang wabah virus corona adalah sebuah usaha klasik Komunis untuk melakukan disinformasi, "yang menciptakan risiko besar."

"Presiden Trump sangat jelas: kami akan menahan mereka yang bertanggung jawab akan hal ini," tutur Pompeo.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations