Ulama dan aktivis Yousuf Deedat (65 tahun) meninggal di rumah sakit St Anne di Pietemaritzburg pada Jumat sore (17/1).
Foto: Sindonews

Dilansir di iol.co.za, putra Ahmed Deedat ini meninggal akibat luka tembak kepalanya oleh pria bersenjata tak dikenal di luar Pengadilan Magistrasi Verulam pada hari Rabu, (15/1). 

Putra Yousuf Deedat, Raees Deedat menyebutkan, keluarga dan teman-temannya ada di samping tempat tidurnya ketika dia meninggal dengan damai pada pukul 14.40 waktu setempat. 

"Keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas dukungan yang mereka terima dari keluarga, teman dan masyarakat. Semoga jiwanya beristirahat dalam damai," ungkap Raees Deedat.  

Tidak diketahui apa yang Deedat lakukan di pengadilan ketika dia ditembak. Direktur Perusahaan Keamanan Swasta Unit Reaksi Afrika Selatan, Prem Balram, mengatakan seorang pria berjalan ke Deedat, menembaknya, dan melarikan diri ke sebuah kendaraan yang diparkir di sepanjang Groom Street. "Pada saat kedatangan, korban ditemukan tertelungkup di trotoar," kata Balram.

Juru bicara kepolisian, Kolonel Thembeka Mbele, menuturkan Deedat sedang berjalan dengan istrinya ketika dia ditembak. Mbele mengatakan motif penembakan itu tidak diketahui. Dia mengkonfirmasi tersangka masih dalam pelarian.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations