Oleh: Erykka Yustari
Aktivis Dakwah Jogja

Ketika dunia tengah melihat serangan militer Rusia yang bertubi-tubi di Ukraina. Sementara, saat ini Palestina juga mati-matian berusaha mengatasi serangan militer yang dilakukan Israel terhadap negara tersebut.

Pada hari Senin (4/4/2022) lalu, Perdana Menteri Palestina Mohammed Ishtay berharap dunia bisa meminta Israel untuk menghentikan serangan militer mereka terhadap warga sipil Palestina. Tak lama setelah pernytaan tersebut tepatnya hari Minggu (10/4/2022) tentara Israel menembak seorang perempuan Palestina di dekat Betlehem, Tepi Barat, hingga akhirnya tewas. Dengan playingvictim para tentara Israel menjelaskan, petugas melepaskan tembakan peringatan ketika melihat perempuan itu mendekati tentara di dekat kota Husan. Kekerasan dan kezaliman Israel telah berlangsung setiap tahun dan semakin menjadi—jadi ketika bulan Ramadhan tiba.

Berdasarkan fakta yang ada timbul pertanyaan bagi kaum muslimin apakah suara kezaliman tersebut terdengar oleh dunia sehingga harapan yang disampaikan oleh Perdana Menteri Palestina Mohammed Ishtay dapat terwujud?. Hal ini perlu kita telusuri bersama, dengan melihat dunia saat ini terlebih para penguasa negeri islam telah banyak yang mengkhianati kaum Muslimin Palestina dengan membuka normalisasi hubungan diplomatik bersama Israel. Sebagai contohnya yaitu hubungan Uni Emirat Arab dengan Bahrain resmi mendatangani kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel di Gedung Putih, Amerika Serikat, Selasa (15/9). Saat terjadi penjajahan Israel terhadap Muslimin Palestina penguasa lainnya (penguasa negeri Islam) hanya beretrorika seolah simpati terhadap penderitaan Muslimin Palestina seperti irak, mereka kerap bersuara tentang tindakan biadab penjajahan kafir Israel tanpa tindakan apapun dan Turki dengan retorika pemimpin mereka seolah pembela kaum Muslimin Palestina namun turki memilki hubungan dimplomati dengan Israel.

Maka dengan adanya hal tersebut harapan kepada Dunia Internasional tak akan terwujud. Oleh karena itu, kasus antara Palestina dan Israel hanya akan selesai ketika kaum muslimin memiliki dukungan penuh. Dukungan tersebut berbentuk dalam negara islam seperti sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya seorang imam itu laksanan perisai, dia akan dijadikan perisai dimana orang akan berperang dibelakangnya dan digunakan sebagai tameng. Jika dia memerintahkan takwa kepada Allah Azza Wa Jalla, dan adil, maka dengannya dia akan mendapat pahala. Tetapi jika dia memerintahkan yang lain, maka dia juga akan mendapatkan dosa/azab karenanya” (HR. Bukhari dan Muslim).  

Bagi negara Islam mudah membumi hanguskan Israel rata dengan tanah dan memobilisasi kaum muslimin untuk berjihad. Sebagaimana Sultan Salahuddin Al-Ayubi yang membebaskan Al-Quds dalam cengkraman tentara salib. Dengan kebijakan politik luar negeri yang memosisikan Israel sebagai negara kafir maka tidak akan ada lagi air mata penderitaan kaum muslimin Palestina atas penjajahan Israel terutama di bulan Ramadhan.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations