Dua nelayan Korea Utara yang dicurigai membunuh 16 anggota awak sebelum melarikan diri ke Korea Selatan, telah dikembalikan ke Korea Utara. Mereka melintasi perbatasan laut dan kemudian ditahan oleh pihak berwenang di Korea Selatan.
Gambar: ednews

Korea Selatan biasanya memberikan suaka kepada para pembelot tetapi mengatakan bahwa dalam kasus ini, kedua orang itu menjadi ancaman bagi keamanan nasional. Namun untuk kali ini, mereka diperlakukan sebagai penjahat dan dikirim kembali ke negara asalnya.

Setelah melewati perbatasan dengan kapal penangkap cumi-cumi, perlu waktu dua hari bagi angkatan laut Korea Selatan untuk menangkap kedua pembunuh. Melansir dari BBC, Jumat (8/11/2019) waktu setempat, kantor berita Yonhap yang mengutip para pejabat berwenang, keduanya mengaku bahwa mereka dan seorang pria lain membunuh kapten kapal pada akhir Oktober karena tidak suka dengan sikap atasannya yang keras.

BACA JUGA:

Mereka kemudian membunuh anggota awak lainnya, satu per satu. Kemudian, mayat-mayat tersebut dibuangnya ke laut. Tiga tersangka pada awalnya kembali ke Korea Utara, tetapi ketika salah satu dari mereka ditangkap oleh polisi setempat di sebuah pelabuhan, dua lainnya memutuskan untuk melarikan diri dengan kapal mereka ke Korea Selatan.

Hingga kemudian kedua lelaki berusia 20-an itu diserahkan ke Korea Utara di desa perbatasan Panmunjom di zona demiliterisasi. Ini merupakan deportasi pertama Korea Selatan ke Korea Utara melalui Panmunjom. Tidak ada perjanjian ekstradisi antara Utara dan Selatan.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations