Permukaan air tertinggi tercatat hingga 1,87 meter pada Selasa (12/11/2019) malam dan 85% kota Venesia terendam air. Ini adalah bencanda kedua yang terparah sejak rekor tinggi permukaan air 1,98 meter pada banjir besar tahun 1966. Gelombang pasang susulan setinggi 1,6 meter diperkirakan masih akan menghantam Kota Laguna pada hari Rabu (13/11/2019).
Foto: RMOL

Alun-alun utama di Venesia, Piazza San Marco, teredam banjir total bahkan air masuk ke Basilika Santo Markus. Air banjir dikhawatirkan akan merusak karya-karya seni dan mosaik di bangunan bersejarah tersebut.

Sejumlah gondola dan perahu terlepas dari tempat berlabuhnya dan mendarat di trotoar jalan-jalan yang mengapit kanal. Tiga perahu motor yang digunakan sebagai transportasi umum dilaporkan tenggelam.

Penjaga pantai pun menyediakan kapal tambahan sebagai ambulans air. Minuman beralkohol untuk menghangatkan diri juga disediakan di lorong-lorong Venesia untuk warga dan turis. Seorang pria berusia 78 tahun dilaporkan tewas akibat tersengat listrik setelah air masuk ke rumahnya.

BACA JUGA:

Dalam sebuah video yang diposting di laman Facebook, Wali Kota Venesia Luigi Brugnaro mengeluarkan status darurat bagi situs Warisan Dunia UNESCO ini dan memerintahkan semua sekolah di Venesia ditutup pada hari Rabu (13/11/2019). Ia menyebut tingkat banjir kali ini adalah "sebuah luka yang akan meninggalkan bekas permanen."

"Kami akan meminta pemerintah Italia untuk membantu karena ongkosnya akan tinggi," ujar Wali Kota Brugnaro dalam videonya. "Kita semua harus saling membantu, kita harus bersatu untuk menghadapi situasi ini, yang jelas merupakan akibat dari perubahan iklim."

Brugnaro juga menyerukan supaya segera diselesaikannya proyek konstruksi penahan banjir lepas pantai yang sudah lama ditunda. Proyek yang disebut Moses ini adalah penahan bawah air yang diharapkan bisa mengurangi banjir, yang disebabkan oleh angin selatan yang mendorong gelombang ke Venesia. 

Tetapi proyek kontroversial ini ditentang oleh aktivis lingkungan karena berisiko merusak ekosistem laguna yang rapuh. Proyek ini juga sudah lama tertunda karena sejumlah skandal korupsi.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations