Para ilmuwan terkejut dengan penemuan bangkai anak anjing prasejarah di Timur Rusia. Di sisi lain, mereka belum bisa memutuskan apakah bangkai itu benar-benar anak anjing atau serigala.
Gambar: pinterest

Anak anjing itu ditemukan terkubur dalam lapisan es di wilayah Rusia yang terkenal dengan banyak penemuan. Sistem penanggalan menempatkan spesimen itu berasal dari Zaman Es terakhir.

Namun, para ahli belum yakin tentang spesiesnya karena pada saat itu, serigala juga dijadikan hewan peliharaan. Para ilmuwan Rusia menemukan anjing itu terkubur dalam endapan es di dekat Yakutsk, di ujung timur Siberia wilayah Rusia, sebuah wilayah yang terkenal karena signifikansi paleontologisnya yang kaya.

Bangkai itu kemudian dikirim ke Unit Akselerator Radiokarbon Universitas Oxford untuk penanggalan, yang mengungkap bahwa ia setidaknya berusia 18 ribu tahun. Makhluk itu hidup selama periode Pleistosen Bumi (biasanya disebut sebagai Zaman Es terakhir).

BACA JUGA:

Meskipun sudah lewat hampir 20.000 tahun sejak anjing itu mati, tubuhnya dalam kondisi utuh luar biasa, dengan bulu, gigi, dan hidungnya hampir terpelihara dengan sempurna. Menurut analisis genom lebih lanjut mengonfirmasi bahwa anjing itu berjenis kelamin laki-laki, dan sejak ditemukan dinamai Dogor, yang merupakan bahasa Yakutsk -yang berarti "teman".

Penemuan anak anjing itu menimbulkan beberapa ambiguitas bagi para peneliti Swedia dan Rusia yang bertugas menganalisis bangkainya. Temuan mereka, yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Royal Society Inggris, dimasukkan dalam sebuah artikel yang melihat dampak perubahan iklim dan aktivitas manusia terhadap rubah Arktik.

David Stanton, salah satu penulis artikel dan peneliti di Pusat Palaeogenetika Swedia, mengatakan bahwa biasanya "relatif mudah untuk mengetahui perbedaan" antara bangkai serigala dan anjing.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations