Majalah satir yang sering menghina Islam dengan membuat kartun Nabi Muhammad SAW dengan sangat provokatif, Charlie Hebdo kembali dihebohkan. Kali ini dengan berita kriminal.

Otoritas Prancis telah mendakwa dan menahan empat warga Pakistan yang dicurigai terkait dengan serangan pisau daging oleh seorang rekan senegaranya di luar bekas kantor mingguan Charlie Hebdo yang melukai dua orang. Hal itu dikatakan oleh kantor kejaksaan anti-terorisme nasional.

"Keempat tersangka pria, berusia 17 hingga 21 tahun, melakukan kontak dengan penyerang," kata sumber yang mengetahui kasus tersebut seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (20/12/2020).

Menurut sumber lain mereka dicurigai mengetahui rencana penyerang dan menghasutnya untuk melakukan itu. Tiga dari mereka didakwa pada hari Jumat karena mengambil bagian dalam konspirasi teroris dan ditempatkan dalam penahanan pra-sidang. Sedangkan terdakwa keempat sudah didakwa pada hari Rabu lalu.

Dua terdakwa ditangkap di departemen barat daya Gironde, yang ketiga di kota pelabuhan utara Caen, dan yang terakhir di wilayah Paris.

"Salah satu dari mereka mengungkapkan kebenciannya pada Prancis beberapa hari sebelum aksi," kata salah satu sumber.

Penyelidik menginformasikan bahwa sebelum serangan itu, tersangka telah menonton "video dari Pakistan" mengenai keputusan Charlie Hebdo untuk menerbitkan ulang kartun Nabi Muhammad Saw.

Pada 16 Oktober, seorang pengungsi muda Chechnya memenggal kepala guru Samuel Paty, yang telah menunjukkan beberapa karikatur Nabi Muhammad SAW kepada murid-muridnya.

Kurang dari dua minggu kemudian tiga orang terbunuh ketika seorang pemuda Tunisia yang baru saja tiba di Eropa melakukan aksi penikaman di sebuah gereja di kota Nice di Mediterania.

Pemerintah Presiden Emmanuel Macron kemudian memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) untuk menangani aktivitas Islam radikal di Prancis. RUU tersebut telah memicu kemarahan dan protes di beberapa negara Muslim. Mau sampai kapan Charlie Hebdo melakukan ini? apa sengaja memancing kemarahan umat muslim?

YOUR REACTION?

Facebook Conversations