Oleh : Christ Tri
Bandar Lampung

Aplikasi Tik Tok yang berasal dari negara Tirai Bambu (Cina) sudah tidak asing di kalangan masyarakat dunia, Indonesia khususnya. Dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia mengenal bahkan beberapa kecanduan menggunakannya.

Tik Tok menawarkan fasilitas banyak dan menarik, juga bermacam fitur unik yang mudah diakses dan dioperasikan. Pemakai tersebar di seluruh dunia sehingga mampu menarik folowers dan komentar dari berbagai macam negara.

Itu merupakan salah satu faktor magnet Tik Tok karena bisa mendapatkan teman dari berbagai suku bangsa.

Meningkatnya popularitas Tik Tok ternyata diikuti resiko yang kurang baik. Resiko kecanduan atau ketagihan menggunakan aplikasi ini dapat mengancam kesehatan mental dan fisik seseorang.

Seseorang yang kecanduan akan sibuk membuat video Tik Tok supaya tetap dikenal sebagai personal yang gaul, eksis, dan mengikuti trend kekinian. Ketika membuat video diperlukan waktu bisa berjam-jam agar mendapatkan hasil memuaskan.

Akibatnya interaksi ke lingkungan sekitarnya mulai berkurang bahkan mungkin hilang karena fokus ke video Tik Tok. Terkadang menunda jam makan atau mengabaikan waktunya untuk istirahat.

Resiko lain yang akan muncul saat video sudah di share atau dibagikan dapat terjadi aksi bully atau pelecehan. Karena tidak semua penikmat menerima dan memberi komen positif. Di sini rentan terjadi pelecehan dari mulai fisik, suku, ras, dan juga sex.

Tik Tok semakin digemari karena selalu mengeluarkan bermacam-macam challenge yang pada akhirnya menarik penikmat untuk meniru karena penasaran atau sebagai korban konten baru supaya disebut kekinian.

Sangat disayangkan Tik Tok tidak memiliki peraturan tegas untuk menindak lanjuti penyebaran konten yang dianggap berbahaya sehingga challenge yang berbahaya pun dapat ditiru termasuk anak-anak.

Dengan banyaknya pilihan aplikasi di media sosial di zaman sekarang. Kita harus bijak dan selektif memilih media sosial apa yang cocok dan bermanfaat. Bermedia sosial yang dapat membawa kita ke arah pribadi yang lebih baik dan positif juga mampu menebarkan kebaikan.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations