Tentara Israel menembak mati seorang remaja Palestina saat demo bersama sekelompok pengunjuk rasa lainnya di wilayah Gaza yang berbatasan dengan Israel pada Jumat (29/11/2019) sore. Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengatakan remaja bernama Fahed al-Astal, 16, ditembak di perut hingga meninggal.
foto: gooto

Tak hanya itu, tindakan keras tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kemarin juga menyebabkan lima demonstran Palestina lainnya luka-luka. Saksi mata mengatakan, puluhan orang telah berkumpul di dekat pagar perimeter timur Khan Younis di Jalur Gaza selatan, meskipun tidak ada demonstrasi resmi yang direncanakan.

Seorang juru bicara IDF tidak secara langsung mengomentari insiden itu, tetapi ia mengatakan beberapa demonstran telah mendekati pagar perbatasan dan berusaha untuk menyabotasenya. Namun, dengan agresif, pasukan Israel menanggapi dengan beberapa tembakan.

Sebelumnya pada hari yang sama, seorang operator Jihad Islam meninggal karena luka yang dideritanya selama putaran pertempuran. Menurut lembaga penyiaran publik, Kan, penyelenggara demonstrasi bersikeras bahwa pembatalan unjuk rasa minggu ini tidak ada hubungannya dengan pemahaman yang dicapai dengan Israel baru-baru ini.

Jumat lalu sebuah surat kabar Lebanon melaporkan bahwa komite yang bertanggung jawab untuk mengatur protes sedang mendiskusikan apakah akan mengurangi frekuensi demonstrasi atau tidak.

BACA JUGA:

"Ada diskusi tentang memutar mundur pawai menjadi sebulan sekali atau selama acara-acara nasional," kata sumber di komite mengatakan kepada surat kabar al-Akhbar, yang dilansir Al Jazeera, Sabtu (30/11/2019).

Setidaknya 348 warga Palestina telah tewas oleh tembakan tentara Israel di Gaza sejak protes mingguan dimulai pada Maret 2018, lebih dari setengahnya tewas selama demonstrasi. Sedangkan yang lainnya terbunuh oleh serangan udara dan tembakan tank.

Para pengunjuk rasa menyerukan Israel untuk mencabut blokade wilayah pesisirnya dan warga Palestina diizinkan kembali ke rumah leluhur mereka yang sekarang berada di dalam wilayah Israel.

Sedangkan Israel menuduh penguasa Gaza, Hamas, mengatur protes dan menggunakannya sebagai kedok untuk melakukan serangan. Untuk informasi, Israel dan Hamas telah berperang tiga kali sejak 2008.

Sekitar 70% dari 2 juta warga Palestina di Gaza adalah pengungsi terdaftar yang awalnya diusir dari rumah mereka oleh kelompok-kelompok bersenjata Zionis sebelum berdirinya Israel pada tahun 1948.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations